Friday, January 30, 2009

Pekan 21 : Inter Mantap Dipuncak


SISILIA - Inter Milan sukses memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Serie A, setelah menundukkan tuan rumah Catania 2-0 di Stadion Masimino pada giornata ke-21, Kamis (29/1/2009) dinihari tadi.

Keberhasilan skuad yang diarsiteki Jose Mourinho memperkokoh posisinya di puncak klasemen memang tak lepas dari kekalahan 1-2 yang dialami runner-up Juventus atas Udinese pada saat bersamaan. Dengan ini, La Beneamata mantap dipuncak klasemen dengan poin 49 atau unggul enam poin atas Bianconerri.

Sementara bagi Catania, kekalahan ini membawa skuad berjuluk Rossoblu tersebut harus turun satu strip ke posisi 13 klasemen dengan raihan 26 poin, hasil dari 7 kali menang, 5 imbang dan 9 kekalahan.

Sejak babak pertama dibunyikan wasit, Inter yang kembali diperkuat bomber mautnya Zlatan Ibrahimovic tampil perkasa dan mendominasi penuh jalannya laga. Alhasil, baru lima menit babak pertama bergulir, Nerazzurri langsung unggul cepat melalui gol yang dicetak Dejan Stankovic.

Berawal dari penetrasi Julio Cruz di sisi lapangan yang kemudian melepaskan umpan kaki kiri terukur ke jantung pertahanan Catania, membuat Stankovic yang berdiri bebas tanpa kesulitan menceploskan bola melewati hadangan kiper Albano Bizzarri. 1-0 Inter unggul.

Unggul satu gol membuat semangat pemain Inter semakin membara dan terus menekan pertahanan Rossoblu. Namun, permainan agresif yang diperagakan para pemain Inter harus dibayar mahal dengan dikeluarkannya gelandang Sulley Muntari pada menit ke-30.

Muntari yang dikenal memiliki tipikal permainan keras ala Premier League, diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Giacomo Tedesco. Bermain dengan sepuluh pemain, Inter sedikit mengendurkan serangan, sementara Catania mulai tampil agresif. Sayang, hingga babak pertama usai Catania gagal menyamakan kedudukan. Skor tetap 1-0 untuk Inter.

Di babak kedua, Catania coba mengambil inisiatif serangan melalui serangan cepat yang dibangun oleh Giuseppe Mascara dan Takayuki Marimoto. Sayang, kerjasama apik kedua pemain tersebut belum mampu menembus rapatnya pertahanan La Beneamata.

Petaka bagi Catania datang di menit ke-70. Melalui skema serangan balik cepat yang dibangun Stankovic dan kemudian melepaskan umpan terobosan brilian, Zlatan Ibrahimovic yang menyongsong bola sukses memperdaya Bizzarri yang sudah terlalu jauh meninggalkan sarangnya. 2-0 Inter unggul.

Di sisa 20 menit pertandingan, Catania terus menekan Inter yang mulai fokus menjaga pertahanan guna mengamankan tiga poin. Namun, lagi-lagi duet Mascara dan Gionatha Spinesi yang masuk pada babak kedua gagal memaksimalkan peluang. Hingga laga usai Catania harus tertunduk dengan kekalahan 2-0.

Susunan Pemain:
Catania
: A. Bizarri, C. Capuano/C.Llama, L. Stovini, C. Silvestri, M. Silvestre, G. Tedesco, D. Baiocco, T. Morimoto, G. Mascara, M. Paolucci/G. Spinesi, J. Martinez.

Inter Milan: Julio Cesar, N. Burdisso, I. Cordoba, Maicon, D. Santon/N.Rivas, E. Cambiasso, D. Stankovic/ Luis Filipe Madeira Caeiro, J. Zanetti, S. Muntari, J. Cruz/Maxwell, Z. Ibrahimovic.
Tanpa didampingi pelatih Jose Mourinho dan main 10 orang, Inter Milan mampu menang 2-0 atas Catania. Praktis, kemenangan ini mendapatkan pujian dari asisten pelatih Beppe Baresi, yang untuk sementara menggantikan posisi Mourinho.

"Saya sangat bangga bisa berada di kursi pelatih pada malam ini. Kami telah memainkan permainan luar biasa, ini sama dengan Inter terdahulu. Tidak akan mudah mengontrol permainan dengan 10 pemain melawan 11," kata Baresi.

"Ini merupakan hari yang sangat penting. Kami sudah menunjukkan karakter kami, jika tim lain menelan kekalahan, maka kami makin senang," lanjutnya kepada Sky, Kamis (29/1/2009).


Hasil pekan 21

Atalanta - Bologna 0-1
Cagliari - Siena 1-0
Catania - Inter 0-2
Chievo - Lecce 1-1
Fiorentina - Napoli 2-1
Milan - Genoa 1-1
Roma - Palermo 2-1
Sampdoria - Lazio 3-1
Torino - Reggina 0-0
Udinese - Juventus 2-1

Klasemen hingga pekan 21

1 Inter 21 49
2 Juventus 21 43
3 AC Milan 21 41
4 Genoa 21 37
5 AS Roma 21 36

Pekan 20 : Inter Rebut Tahta



MILAN - Inter Milan hanya sekira 24 jam memberikan waktu bagi Juventus menempati posisi puncak klasemen Serie A. Nerrazurri kembali merebut posisi teratas usai mengalahkan Sampdoria 1-0, di San Siro, Senin (26/1/2009).

Inter kembali memperlebar jarak menjadi tiga poin dengan Juve. Klub asal Kota Milan mempunyai 46 poin, hasil dari 20 kali berlaga. Bagi Sampdoria, kekalahan ini membuat Il'Samp harus puas berada di posisi 15 dengan poin 20 dari 20 laga.

Kali ini pelatih Jose Mourinho harus berterima kasih kepada striker terbuang Adriano. Penyerang asal Brasil itu mencetak gol semata wayang di masa injury time babak pertama.

Inter memang tampil tanpa diperkuat striker andalan Zlatan Ibrahimovic yang sedang menjalani skorsing. Mourinho pun terpaksa memasang Adriano sebagai starter. Hasilnya tidak mengecewakan, Adriano menyelamatkan Inter setelah memaksimalkan umpan Douglas Maicon.

Pada babak kedua, laga tidak banyak berubah. Inter dan Sampdoria hanya banyak menciptakan peluang tanpa mencetak gol. Tidak ada gol tambahan pada 45 menit babak kedua.

Hasil Lengkap Serie A

Bologna 1 - 4 AC Milan
Genoa 1 - 1 Catania
Lazio 1 - 4 Cagliari
Lecce 3 - 3 Torino
Napoli 0 - 3 AS Roma
Palermo 3 - 2 Udinese
Siena 1 - 0 Atalanta
Inter Milan 1 - 0 Sampdoria

Wednesday, January 21, 2009

Inter Melaju ke Semifinal Copa

Jalan Inter Milan mempertahankan mahkota juara Coppa Italia makin terbuka lebar. Mereka dipastikan melaju ke semi final usai mengandaskan perlawanan AS Roma dengan skor tipis 2-1. Baik, Inter maupun Roma terlihat sangat serius mengadapi pertandingan babak perempat final ini. Terbukti keduanya sama-sama menurunkan hampir seluruh pemain inti mereka.
Inter Sebagai tuan rumah memulai laga dengan sangat optimis. Pertandingan baru dimulai, mereka langsung mengambil inisiatif serangan lewat duet mautnya Zlatan Ibrahimovic dan Adriano.

Pressure ketat yang diterapkan pasukan Jose Mourinho pun membuahkan hasil maksimal. Di menit ke-10 mereka berhasil unggul lewat gol bomber kontroversial mereka Adriano, 1-0 Inter unggul.

Tidak mau terus kedodoran, Roma mencoba bangkit. Membangun serangan dari lini tengah dengan dikomandoi Simone Perotta dan Daniele De Rossi, Il Lupo sempat beberapa kali mengancam pertahanan Nerazzurri.

Di menit ke-34, Inter hampir saja menambah keunggulan. Sayang, tendangan chip Ibrahimovic masih bisa digagalkan kiper Roma, Artur Moraes.

Giliran Inter yang mendapat ancaman satu menit berselang. Tembakan Perotta dari sisi dalam kotak 16 meter membuat pendukung La Baneamata terhenyak, beruntung penjaga gawang veteran Francesco Toldo mampu menghalaunya.

Pertempuran sengit antar punggawa lini depan sering terjadi karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Beberapa peluang sempat tercipta dari kaki-kaki Ibra, Adriano, Mirko Vucinic, dan Julio Baptista.

Namun, hingga wasit Daniele Orsato meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama belum ada gol tambahan yang tercipta. 1-0 bertahan untuk keunggulan Inter.

Seperti halnya babak pertama, pertarungan kedua tim masih mempraktekkan gaya sepakbola menyerang di babak kedua.

Tercatat pada menit ke-58, publik Giuseppe Meazza sedikit bergumam. Tendangan volley Ibra menghujam ke gawang Roma, namun masih melenceng ke atas mistar.

Srigala Roma yang nampak bermain sedikit tegang, secara mengejutkan justru malah mampu menyamakan kedudukan di menit ke-60. Bola liar di depan daerah pertahanan Inter mampu direbut Rodrigo Taddei sebelum akhirnya diselesaikan dengan tendangan kaki kanan, 1-1 kedudukan imbang.

Selang dua menit, kejutan kembali hadir. Memanfaatkan bola lepas hasil sudulan Samuel, Ibra dengan mudahnya merobek gawang Roma, 2-1 sang juara bertahan kembali unggul.

Kembali tertinggal pelatih Inter Luciano Spaletti memasukan satu penyerangnya lagi untuk menambah daya gedor. Jeremy Menez masuk menggantikan wing bek John Arne Riise di menit ke-70.

Merasa posisi timnya sedikit di atas angin, Mourinho menginstruksikan anak-anak asuhnya memperlambat tempo. Beberapa pemain inti si biru hitam pun ditarik keluar dan digantikan para pemain berkarekter bertahan.

Jelang menit-menit akhir, Roma berjuang mati-matian, semua pemain mereka keluar menyerang. Naas, punggawa lini belakang Inter lebih siap menangkis segala macam aliran bola yang masuk, skor 2-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Dengan kemenangan ini, Inter dipastikan melaju ke babak semifinal Coppa Italia 2009. Untuk lawan selanjutnya, mereka bakal menghadapi Sampdoria yang di partai lainnya sukses menyingkirkan Udinese lewat drama adu penalti.
Inter: Toldo; Maicon, Burdisso, Samuel, Santon; Cambiasso, Zanetti, Muntari (Mancini 85), Stankovic; Adriano (Chivu 77), Ibrahimovic

Roma: Arthur; Cicinho, Mexes, Juan, Riise (Menez 71); De Rossi, Perrotta, Brighi, Taddei (Aquilani 79); Julio Baptista, Vucinic (Pizarro 60)


Kemenangan 2-1 tersebut untuk sementara bisa membungkam keraguan atas performa Javier Zanetti dkk yang kurang memuaskan di 2009. Apalagi mereka berhasil menundukkan salah satu tim kuat yang tak lain merupakan sang juara bertahan.

"Saya puas bukan hanya karena hasil, namun karena lawan mengatakan Copa Italia bukan turnamen penting sehingga tidak semua pemain terbaik dimainkan. Namun kami, Sampdoria, dan Udinese, berpikir sebaliknya," kata allenatore Inter Milan, Jose Mourinho pada resmi situs klub.

"Saya puas dengan reaksi pemain. Mereka memberikan respon yang baik atas penampilan buruk Ahad kemarin, dan mereka membiarkan permainan menjadi jawabannya," tambah eks pelatih Chelsea ini. "Roma adalah lawan ideal bagi sebuah tim yang baru melewati pertandingan buruk, seperti saat menghadapi Atalanta, lagipula mereka (Roma) punya kualitas bagus dan sulit dikalahkan."

"Saya tidak ingin memuji satu dua pemain saja. Laga ini merupakan jawaban atas performa negatif saat main di Bergamo. Para pemain telah bekerja keras dan juga penuh ketenangan hari ini, dan mereka telah berbicara melalui permainan di lapangan. Terima kasih untuk pemain," pungkas orang Portugal itu.

Sunday, January 18, 2009

Kekalahan ke 2 musim 2008/2009
INTER DIKALAHKAN NERAZZURRI

Penampilan buruk Inter Milan selepas tahun baru kembali berlanjut. Stelah bermin imbang saat melawan Cagliari di ajang Serie A, kini Inter harus menelan kekalahan dari Atalanta 3-1 di Bergamo, Minggu (18/1/2009).
Tampil tanpa beberapa pemain bintang seperti Marco Materazzi dan Patrick Vieira karena cedera, serta Sulley Muntari yang dihukum larangan bertanding, memaksa Jose Mourinho memainkan Christian Chivu sebagai gelandang bertahan.

Absen ketiga pemain itu, membuat lini pertahanan Inter bolong. Atalanta mampu memanfaatkan keadaan tersebut. Hasilnya La Dea, julukan Atalanta, mampu menjebol gawang Inter yang dikawal Julio Cesar pada menit ke-17.

Adalah Sergio Floccari yang mampu menggetarkan jala Cesar, setelah dirinya memanfaatkan umpan Christian Doni. Skor berubah 1-0 Atalnta memimpin atas juara bertahan Seri A itu.

Unggul 1-0 tidak membuat Atalanta puas. Tim besutan Luigi del Nerri itu mampu menambah keunggulan di menit ke-28. Kali ini, Doni sendiri yang mampu menggetarkan gawang Cesar. 2-0 Atalanta memimpin.

Doni pantas menjadi bintang pada pertandingan ini. Pasalnya, dia kembali mampu mencetak gol kedua pada pertandingan ini sekaligus membawa La Dea unggul 3-0 atas Inter. Skor ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Inter berusaha untuk bangkit. Pelatih Mourinho memasukkan dua bomber sekaligus Adriano Leite dan Victor Obinha. Namun, I Nerazzurri baru bisa menjebol gawang Atalanta pada menit ke-90 lewat Zlatan Ibrahimovic.

Kekalahan ini, membuat Inter gagal memperlebar jarak dengan Juventus dan AC Milan. Ibrahimovic dkk mengumpulkan 43 dari 19 pertandingan. Juve bisa memperpendek jarak bila mampu mengalahkan Lazio, nanti malam.

Susunan Pemain:
Atalanta:
Coppola, Garics, Talamonti, Manfredini, Bellini (Rivalta 84), Ferreira Pinto, Padoin, Guarente, Valdes (De Ascentis 49), Doni, Floccari (Vieri 89).

Inter: Julio Cesar, Maicon, Cordoba, Burdisso, Maxwell (Figo 46), Zanetti, Chivu (Obinna 28), Cambiasso, Stankovic, Crespo (Adriano), Ibrahimovic.


Praktis, kekalahan ini membuat pelatih Jose Mourinho kesal. Mourinho mengaku tidak bisa menjelaskan mengenai penampilan anak buahnya kali ini.

"Saya tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada 45 menit pertama. Biasanya, saya suka membicarakan permainan lawan ketika tim saya kalah, tapi kali ini kakmi bermain buruk," jelas Mourinho.

"Saya hanya bisa mengatakan kami memberikan mereka kemenangan pada 40 menit pertama pertandingan ini," sesal pelatih asal Portugal itu seperti dikutip Channel4, Senin (19/1/2009).

"Kekalahan ini tidak ada kaitannya dengan pertandian di atas. Kami kemasukan sebuah gol yang konyol. Pekan ini, saya tidak akan banyak bicara lagi, tidak ada yang bisa saya katakana. Kami terlalu banyak membuat kesalahan," cetusnya.
Kapten Inter Javier Zanetti menilai kekalahan ini kalau timnya sedang mengalamai nasib sial.

"Semua tim bisa mendapatkan hari buruk. Ini merupakan pertama kali yang kami alami sejak beberapa waktu. Kami menyadari ini dan kami memuji permainan Atalanta karena pantas memenangkan pertandingan ini," ungkap Zanetti.

"Sayang ada hari seperti ini, tapi kami harus terus bekerja keras seperti biasa yang kami lakukan, tanpa kehilangan hati. Lagi pula, kami tetap berada di puncak klasemen Serie A," lanjut pemain asal Argentina itu.

"Kini, kami menatap pertandingan pada Rabu mendatang. Itu akan menjadi pertandingan yang ketat dan kami harus bermain dengan penuh kosentrasi," tandasnya.


STAR PLAYER : ESTEBAN CAMBIASSO


Terlahir dengan nama Esteban Matías Cambiasso Deleau, Buernos Aires 18 - 08- 1980.
Mengawali karis profesional di Argentinos Junior tahun 1995 saat berumur 16th sebelum pindah ke Real Madrid B setahun berikutnya.
Tahun 1998, kembali ke Argentina dan bermain buat Independiente (98 caps 14 gol) dan River Plate (37 caps 12 gol). Selama masa itu, pemilik nama kecil El Chuchu ini menujukkan kemampuan terbaiknya dan kembali ke Real Madrid di tahun 2002 dan ikut membantu Los Galacticos juara UEFA 2002, La Liga dan Super Cup 2003 serta Supercopa Spanyol 2004.

INTERNAZIONALE

Di Juli 2004, Cambiasso join dengan raksasa Italia, Inter Milan dan ikut membantu menjadi juara copa italia di musim pertamanya yang saat itu bermain sebagai gelandang bertahan berpartner dengan Juan Veron. Di final copa Italia 2006, Cambiasso mencetak gol spektakuler ke gawang AS Roma dan menang 3-1
Di musim 2008/2009 ini, dengan datangnya Jose Mourinho ke INTER, tidak mengubah posisinya yg tetap menjadi andalan di lini tengah.

Sampai saat ini Cambiasso sdh mengoleksi 187 caps dengan 22 gol.
Catatan caps cambiasso :
Liga Italia (133/16), International (37/3), Copa dan Super Italia (17/3)


Karir International

Cambiasso masuk sebagai pemain FIFA World Youth Championship thn 1997 bersama Juan Veron, Pablo Aimar dan Walter Samuel.

Dan mulai melakukan debut senior Internasional pada thn 2000

Gelar Cambiasso

River Plate

Real Madrid

Internazionale

International




Mangkrak !!!

Sdh ampir 4th ternyata blog ini ga pernah diupdate
masuk 2009 sdh saatnya kembali menulis deh

WELCOME BACK !!!