Inter Melaju ke Semifinal Copa
Jalan Inter Milan mempertahankan mahkota juara Coppa Italia makin terbuka lebar. Mereka dipastikan melaju ke semi final usai mengandaskan perlawanan AS Roma dengan skor tipis 2-1. Baik, Inter maupun Roma terlihat sangat serius mengadapi pertandingan babak perempat final ini. Terbukti keduanya sama-sama menurunkan hampir seluruh pemain inti mereka.Inter Sebagai tuan rumah memulai laga dengan sangat optimis. Pertandingan baru dimulai, mereka langsung mengambil inisiatif serangan lewat duet mautnya Zlatan Ibrahimovic dan Adriano.
Pressure ketat yang diterapkan pasukan Jose Mourinho pun membuahkan hasil maksimal. Di menit ke-10 mereka berhasil unggul lewat gol bomber kontroversial mereka Adriano, 1-0 Inter unggul.
Tidak mau terus kedodoran, Roma mencoba bangkit. Membangun serangan dari lini tengah dengan dikomandoi Simone Perotta dan Daniele De Rossi, Il Lupo sempat beberapa kali mengancam pertahanan Nerazzurri.
Di menit ke-34, Inter hampir saja menambah keunggulan. Sayang, tendangan chip Ibrahimovic masih bisa digagalkan kiper Roma, Artur Moraes.
Giliran Inter yang mendapat ancaman satu menit berselang. Tembakan Perotta dari sisi dalam kotak 16 meter membuat pendukung La Baneamata terhenyak, beruntung penjaga gawang veteran Francesco Toldo mampu menghalaunya.
Pertempuran sengit antar punggawa lini depan sering terjadi karena kedua tim sama-sama bermain terbuka. Beberapa peluang sempat tercipta dari kaki-kaki Ibra, Adriano, Mirko Vucinic, dan Julio Baptista.
Namun, hingga wasit Daniele Orsato meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama belum ada gol tambahan yang tercipta. 1-0 bertahan untuk keunggulan Inter.
Seperti halnya babak pertama, pertarungan kedua tim masih mempraktekkan gaya sepakbola menyerang di babak kedua.
Tercatat pada menit ke-58, publik Giuseppe Meazza sedikit bergumam. Tendangan volley Ibra menghujam ke gawang Roma, namun masih melenceng ke atas mistar.
Srigala Roma yang nampak bermain sedikit tegang, secara mengejutkan justru malah mampu menyamakan kedudukan di menit ke-60. Bola liar di depan daerah pertahanan Inter mampu direbut Rodrigo Taddei sebelum akhirnya diselesaikan dengan tendangan kaki kanan, 1-1 kedudukan imbang.
Selang dua menit, kejutan kembali hadir. Memanfaatkan bola lepas hasil sudulan Samuel, Ibra dengan mudahnya merobek gawang Roma, 2-1 sang juara bertahan kembali unggul.
Kembali tertinggal pelatih Inter Luciano Spaletti memasukan satu penyerangnya lagi untuk menambah daya gedor. Jeremy Menez masuk menggantikan wing bek John Arne Riise di menit ke-70.
Merasa posisi timnya sedikit di atas angin, Mourinho menginstruksikan anak-anak asuhnya memperlambat tempo. Beberapa pemain inti si biru hitam pun ditarik keluar dan digantikan para pemain berkarekter bertahan.
Jelang menit-menit akhir, Roma berjuang mati-matian, semua pemain mereka keluar menyerang. Naas, punggawa lini belakang Inter lebih siap menangkis segala macam aliran bola yang masuk, skor 2-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Inter dipastikan melaju ke babak semifinal Coppa Italia 2009. Untuk lawan selanjutnya, mereka bakal menghadapi Sampdoria yang di partai lainnya sukses menyingkirkan Udinese lewat drama adu penalti.
Inter: Toldo; Maicon, Burdisso, Samuel, Santon; Cambiasso, Zanetti, Muntari (Mancini 85), Stankovic; Adriano (Chivu 77), IbrahimovicRoma: Arthur; Cicinho, Mexes, Juan, Riise (Menez 71); De Rossi, Perrotta, Brighi, Taddei (Aquilani 79); Julio Baptista, Vucinic (Pizarro 60)


Kemenangan 2-1 tersebut untuk sementara bisa membungkam keraguan atas performa Javier Zanetti dkk yang kurang memuaskan di 2009. Apalagi mereka berhasil menundukkan salah satu tim kuat yang tak lain merupakan sang juara bertahan.
"Saya puas bukan hanya karena hasil, namun karena lawan mengatakan Copa Italia bukan turnamen penting sehingga tidak semua pemain terbaik dimainkan. Namun kami, Sampdoria, dan Udinese, berpikir sebaliknya," kata allenatore Inter Milan, Jose Mourinho pada resmi situs klub.
"Saya puas dengan reaksi pemain. Mereka memberikan respon yang baik atas penampilan buruk Ahad kemarin, dan mereka membiarkan permainan menjadi jawabannya," tambah eks pelatih Chelsea ini. "Roma adalah lawan ideal bagi sebuah tim yang baru melewati pertandingan buruk, seperti saat menghadapi Atalanta, lagipula mereka (Roma) punya kualitas bagus dan sulit dikalahkan."
"Saya tidak ingin memuji satu dua pemain saja. Laga ini merupakan jawaban atas performa negatif saat main di Bergamo. Para pemain telah bekerja keras dan juga penuh ketenangan hari ini, dan mereka telah berbicara melalui permainan di lapangan. Terima kasih untuk pemain," pungkas orang Portugal itu.
"Saya puas bukan hanya karena hasil, namun karena lawan mengatakan Copa Italia bukan turnamen penting sehingga tidak semua pemain terbaik dimainkan. Namun kami, Sampdoria, dan Udinese, berpikir sebaliknya," kata allenatore Inter Milan, Jose Mourinho pada resmi situs klub.
"Saya puas dengan reaksi pemain. Mereka memberikan respon yang baik atas penampilan buruk Ahad kemarin, dan mereka membiarkan permainan menjadi jawabannya," tambah eks pelatih Chelsea ini. "Roma adalah lawan ideal bagi sebuah tim yang baru melewati pertandingan buruk, seperti saat menghadapi Atalanta, lagipula mereka (Roma) punya kualitas bagus dan sulit dikalahkan."
"Saya tidak ingin memuji satu dua pemain saja. Laga ini merupakan jawaban atas performa negatif saat main di Bergamo. Para pemain telah bekerja keras dan juga penuh ketenangan hari ini, dan mereka telah berbicara melalui permainan di lapangan. Terima kasih untuk pemain," pungkas orang Portugal itu.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home