Monday, November 30, 2009

INTERNAZIONALE 1-0 Fiorentina
Cuma Pinalti

Milan - Inter Milan makin kokoh berdiri di puncak klasemen Seri A. Menjamu Fiorentina di Giuseppe Meazza, Minggu (29/11/2009) malam WIB, Diego Milito mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 Nerazzurri.

Tambahan tiga angka ini membuat perolehan poin Inter menjadi berjumlah 35 dari 14 loaga yang sudah dilalui. Anak asuh Jose Mourinho unggul delapan angka atas Juventus yang pada laga lain ditundukkan Cagliari 0-2.

Jalannya pertandingan.

Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Inter langsung berusaha menekan tamunya sejak menit awal. Namun peluang bersih Nerazzurri baru datang di menit 14 saat tendangan Sulley Muntari masih melenceng, padahal jika dia mau mengirim bola pada Samuel Eto'o yang berdiri bebas hasilnya mungkin akan berbeda.

Dua menit berselang Inter, yang tengah pekan lalu ditumbangkan Barcelona 0-2 di Liga Champions, kembali dipaksa menelan kekecewaan saat sepakan Diego Milito dengan gemilang dihalau Sebatien Frey dengan kakinya. Fiorentina mencoba menggebrak di menit 23, namun tandukan Alberto Gilardino meneruskan tendangan bebas mengarah tepat ke pelukan Julio Cesar.

Pertandingan berjalan cukup seru lantaran kedua kesebelasan sama-sama bermain terbuka. Di menit 29 Inter kembali punya peluang membuka keunggulan kalau saja tendangan voli Ricardo Quaresma menyongsong bola operan Muntari tidak melayang tinggi.

Di awal babak kedua, gantian Fiorentina lebih memegang kedali. Meski begitu, Inter justru mampu menjebol gawang La Viola di menit 50 setelah tandukan Esteban Cambiasso ditanduk dengan sempurna oleh Walter Samuel.

Namun wasit langsung membatalkan gol tersebut karena sang bek Argentina tersebut dianggap lebih dulu melanggar bek Dario Dainelli.

Setelah klaim penalti Juan Vargas dimentahkan wasit di menit 56, kerjasama Quaresma dan Milito kembali membuat kubu Fiorentina was-was. Namun kembali Frey membuat penyelamatan gemilang menjinakkan bola pantulan Milito, sementara upaya rebound Muntari juga gagal berujung gol.

Milito kembali memiliki peluang membawa Inter unggul saat Milito tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Frey. Kalau kali ini gol kembali gagal tercipta, itu karena sepakan striker asal Argentina itu masih meleset dari sasaran.

Sepuluh menit sebelum bubaran Inter justru nyaris tertinggal saat sepakan Gilardino sukses melewati dua bek lawan dan melepaskan tendangan yang tak mampu dihalau Cesar. Namun keberuntungan masih menaungi Inter lantaran bola tak masuk ke gawang karena membentur tiang.

Justru Inter yang akhirnya membuka keunggulan di menit 85 menyusul pelanggaran Gianluca Comotto terhadap Milito di kotak terlarang, yang membuat wasit menunjuk titik putih. Milito yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dan membawa Inter unggul 1-0.

Melalui Eto'o, Inter nyaris memperbesar keunggulan. Namun striker Kamerun itu tak mampu menambah jumlah golnya karena bola yang dia sepak justru tepat mengarah ke Frey. Skor 1-0 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain

Inter: Julio Cesar; J Zanetti, Lucio, Samuel, Chivu; Stankovic, Cambiasso, Muntari (Thiago Motta 73); Quaresma (Mancini 73), Milito (Vieira 87), Eto'o

Fiorentina: Frey; Comotto, Kroldrup, Dainelli (De Silvestri 77), Gobbi; Montolivo, C Zanetti; Marchionni (Jorgensen 18), Santana (Castillo 86), Vargas; Gilardino

Saturday, November 28, 2009

Bologna 1-3 INTER
Kokoh di atas

Bologna - Inter Milan memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara usai melipat Bologna 3-1. Tambahan tiga poin membawa tim Biru Hitam kokoh di capolista dengan poin 32.

Inter melawat ke markas Bologna, Stadion Renato Dall'Ara, Minggu (22/11/2009) dinihari WIB. Ketiga gol Inter dibukukan oleh Diego Milito menit ke-22, Mario Balotelli tiga menit menjelang jeda, dan Esteban Cambiasso. Sementara gol tuan rumah dicetak Marcelo Zalayeta menit ke-23.

Kemenangan ini membawa tim besutan Jose Mourinho kokoh di puncak klasemen sementara Seri A dengan poin 32, unggul delapan poin dari runner up Juventus. Sayangnya kemenangan La Beneamata sedikit "dirusak" oleh kartu merah yang diterima Maicon.

Jalannya Pertandingan

Inter langsung menekan sejak menit awal. Bahkan pemain belakang Christian Chivu juga beberapa kali ikut menekan pertahanan Rossoblu.

Upaya Inter membuahkan hasil di menit ke-22. Gol ini berawal dari sepak pojok yang dilepas Maicon, bola kemudian gagal disapu dengan sempurna oleh para pemain Bologna. Diego Milito sukses memanfaatkan situasi tersebut untuk selanjutnya merobek gawang tuan rumah.

Keunggulan Nerazzurri hanya bertahan satu menit. Umpan Martins Adailton melewati dua pemain belakang Inter. Bola selanjutnya diterima Marcelo Zalayeta yang kemudian melepas tembakan yang menggetarkan jala Julio Cesar.

Kebobolan satu gol, Inter langsung bereaksi. Menit ke-30 Mario Balotelli tinggal berhadap-hadapan dengan penjaga gawang Emiliano Viviano. Namun aksinya yang berusaha melewati Viviano bisa digagalkan oleh kiper Bologna tersebut.

Enam menit berselang, tiang gawang menggagalkan upaya Inter untuk kembali unggul. Bola sepakan Dejan Stankovic membentur tiang gawang, selanjutnya bergulir di depan mulut gawang, dan membentur tiang gawang sisi yang lain.

Tiga menit menjelang jeda, striker muda Mario Balotelli membawa tim tamu kembali memimpin usai tandukannya yang menyambut tendangan sudut Maicon gagal dibendung Viviano. Skor 2-1 untuk Inter bertahan hingga turun minum.

Masuknya Samuel Eto'o di babak kedua membuat daya gedor La Beneamata semakin kencang. Alhasil anak buah Jose Mourinho lebih banyak melancarka tekanan. Kerjasama Eto'o dan Milito di menit ke-57 masih melambung di atas gawang Bologna.

Inter mempertegas keunggulan di menit ke-72 melalui sepakan Esteban Cambiasso. Pemain asal Argentina ini sukses menuntaskan kerjasama dengan Milito.

Di menit akhir laga, Inter harus bermain sepuluh orang akibat Maicon menerima kartu merah. Espulso diberikan akibat pemain asal Brasil ini didakwa bertindak tak menghormati perangkat pertandingan.



Susunan Pemain

Bologna: Viviano; Britos, Portanova, Guana (Zenoni 85'), Lanna, Raggi, Adailton, Valiani (Mudingayi 60'), Minazzini, Zalayeta (Osvaldo 70'), Di Vaio

Inter: Julio Cesar; Samuel, Lucio, Cambiasso, Chivu, Zanetti, Maicon, Stankovic (Vieira 75'), Motta, Balotelli (Eto'o 46'), Milito (Mancini 79')

Barcelona 2-0 INTER
Demam Panggung

Barcelona - Barcelona untuk sementara memuncaki klasemen Grup F dan berpeluang besar lolos ke babak 16 besar. The Catalans memastikan hal tersebut setelah memetik kemenangan 2-0 saat menjamu Inter Milan.

Bertanding di Nou Camp, Rabu (25/11/2009) dinihari WIB, Barcelona tak diperkuat Lionel Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Meski begitu sang juara bertahan tetap mampu tampil impresif dan meraih kemenangan 2-0 lewat gol yang dilesakkan Gerrard Pique dan Pedro Rodriguez di babak pertama.

Hasil tersebut mengantar Carles Puyol dkk menjadi pemuncak klasemen sementara dengan nilai delapan dari lima pertandingan. Dengan satu pertandingan tersisa, bertandang ke Dynamo Kiev, butuh hasil imbang untuk memastikan satu tempatnya di babak knock out.

Buat Inter kekalahan ini tak lantas menutup peluang mereka melangkah ke babak 16 besar. Masih duduk di posisi dua dengan nilai enam, Nerazzurri akan menjalani laga hidup-mati dengan Rubin Kazan di matchday terakhir. Jawara Rusia itu saat ini juga punya nilai enam setelah dalam pertandingan sebelumnya diimbangi Kiev tanpa gol 0-0.

Jalannya pertandingan


Barcelona langsung tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan wasit. Dominasi tuan rumah atas Inter makin terasa karena di menit-menit awal tim tamu terlihat gugup dan membuat banyak kesalahan dan mudah kehilangan bola.

Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh El Barca yang sudah membuka keunggulan di menit 10. Dari tendangan penjuru di sisi kanan pertahanan Inter, bola sempat dibelokkan Thierry Henry sebelum disepak ke dalam gawang oleh Pique. Bek Spanyol itu memenangi adu fisik dengan Thiago Motta untuk menggelorakan publik Nou Camp.

Tiga menit berselang gawang Inter kembali nyaris robek. Kali ini tendangan bebas Xavi Hernandez cuma melintas tipis di atas mistar Julio Cesar.

Barca akhirnya menambah keunggulan di menit 26 melalui kerjasama cantik yang yang diselesaikan dengan baik oleh Pedro.

Menusuk di sisi kanan untuk mengejar umpan terobosan, Daniel Alves mengirim bola ke tengah kotak penalti. Pedro Rodrigues yang masuk dari belakang tak terpantau barisan pertahanan Inter, dia kemudian melepaskan tendangan tak terlalu keras. Bola sempat dihalau Julio Cesar namun arah lajunya tetap ke dalam gawang.

Sepuluh menit sebelum turun minum Nerazzurri memiliki kesempatan bersih pertama mencetak gol. Mendapat bola dari kesalahan Victor Valdes saat menerima backpass, sepakan Dejan Stankovic jauh dari luar kotak penalti gagal menemui sasaran. Padahal saat itu gawang Barca sudah kosong.

Di awal babak kedua Barcelona sedikit menurunkan tempo permainan. Alhasil Inter sempat menebar ancaman saat Samuel Eto'o mendapat umpan dari sebuah skema serangan balik, meski dia keburu terjatuh saat beradu badan dengan Alves.

Beberapa menit berselang Julio Cesar membuat penyelamatan gemilang untuk menghindarkan Inter dari ketinggalan lebih jauh. Dengan tangkas dia menjatuhkan diri dan menjulurkan tangan kanannya untuk menghalau tandukan Xavi saat menerima umpan diangonal Alves.

Banyak menciptakan umpan, Alves kemudian membuat sendiri peluang buat dirinya melalui tendangan bebas. Namun lagi-lagi Cesar jadi tembok kokoh yang menghindarkan Inter dari kebobolan untuk kali ketiga.

Sejak pertengahan babak kedua, Barcelona terlihat tak lagi bernafsu membangun serangan. Hanya sekali-dua kali upaya menambah keunggulan dilakukan. Dengan Real Madrid menunggu di akhir pekan ini dalam laga El Clasico, Pep Guardiola sepertinya sengaja menyimpan tenaga anak didiknya.

Sementara di lain pihak Inter juga tak mampu membuat peluang yang benar-benar membahayakan gawang Valdez. Skor 2-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain

Barcelona: 1-Victor Valdes; 2-Daniel Alves, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 22-Eric Abidal (Maxwell '89); 6-Xavi, 16-Sergio Busquets, 15-Seydou Keita; 17-Pedro (Bojan Krkic '85), 14-Thierry Henry, 8-Andres Iniesta (Jonathan Dos santos '90)

Inter: 12-Julio Cesar; 13-Maicon, 25-Walter Samuel, 6-Lucio, 26-Cristian Chivu; 4-Javier Zanetti, 19-Esteban Cambiasso (Sulley Muntar '45), 8-Thiago Motta; 5-Dejan Stankovic (Mario Balotelli '71); 22-Diego Milito (Ricardo Quaresma '82), 9-Samuel Eto'o

INTER 1-1 Roma
Sandungan di Meazza

Milan - Inter Milan gagal menjauh di puncak klasemen Seri A setelah pada laga di Giueseppe Meazza, Senin (9/11/2009) dinihari WIB, Il Nerazzurri ditahan imbang oleh AS Roma dengan skor 1-1.

Laga berjalan sangat seru untuk kedua tim, baik Inter maupun Roma sama-sama melancarkan serangan meskipun Inter relatif lebih dominan.Roma unggul dulu di babak pertama lewat gol Mirko Vucinic. Di babak kedua Samuel Eto'o mencetak gol yang menyamakan kedudukan.

Raihan satu poin ini tetap menempatkan La Beneamata di pucuk tertinggi musim ini dengan 29 poin, selisih lima poin dari Juventus yang berada di bawahnya. Untuk Il Lupi, poin berharga itu mengangkat posisi mereka naik satu peringkat ke tangga ke-13 dengan 15 poin dari 12 laga yang telah dijalani.

Hasil ini juga menambah rekor Inter yang tidak bisa mengalahkan Pasukan Serigala Ibukota itu bila berlaga di Milan selama tiga musim terakhir. Pada dua musim sebelumnya, Inter bisa hanya mampu bermain sama kuat 1-1 dan 3-3.

Jalannya pertandingan


Inter mendapat ancaman di menit ke-3 lewat Mirko Vucinic. Lolos jebakan dari offside usai mendapat umpan terobosan dari Danielle De Rossi, Vucinic berlari menuju kotak penalti dan berhasil mengecoh Julio Cesar. Beruntung, Lucio segera mengamankan bola yang berada di kaki Vucinic dan selamatlah gawang Inter.

Sepuluh menit berselang, Vucinic membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka di laga ini. Menerima crossing Marco Motta, Vucinic yang memenangi duel udara dengan Lucio sukses menanduk bola untuk merobek jala Cesar, 1-0 Roma memimpin.

Di menit ke-18, Diego Milito punya kesempatan untuk menyamakan skor. Duel satu lawan satu dengan bek Roma mampu dimenanginya, namun tendangan kaki kanan Milito di dalam kotak penalti masih tak mampu menaklukkan Julio Sergio di bawah mistar Roma.

Kesalahan Philipe Mexes dalam melakukan backpass di menit ke-26 hampir saja merugikan Roma. Untung Sergio dapat men-tip bola dan Dejan Stankovic yang berada di dekatnya tak mampu memanfaatkan bola rebound untuk dijadikan gol.

Roma nyaris saja menggandakan keunggulannya di menit ke-35 andai saja sepakan bebas John Arne Riise di luar kotak penalti tak mampu ditepisnya dengan baik.

Di menit ke-37 Sulley Muntari punya peluang lewat sebuah crossing tajam ke kotak penalti yang masih dapat diamankan dengan baik oleh Sergio. Sebuah sepakan kaki kiri keras Thiago Motta tiga menit setelahnya dari luar kotak penalti masih tepat mengarah ke pelukan Sergio.

Memasuki babak kedua, Jose Mourinho yang merasa permainan Inter kurang berkembang di paruh pertama memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Muntari dan Mario Balotelli untuk Patrick Vieira.

Dua menit babak kedua berjalan Inter akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti Roma, bola pun mengarah ke Motta ke yang lantas mengumpan ke Samuel Eto'o di kotak penalti. Dengan sekali memutar badan, penyerang Kamerun itu melepaskan tendangan kaki kiri yang merobek jala Sergio.

Roma menekan di menit ke-62. Vucinic yang menerima bola di depan kotak penalti Inter, menempatkan bola ke arah Jeremy Menez. Nama terakhir pun langsung melepaskan tembakan first time yang memaksa Cesar menepisnya dengan susah payah.

Stefan Okaka sempat membuat jantung Interisti berdebar di menit ke-69 lewat aksi solo run melewati beberapa pemain Inter. Untung sepakan pemain muda Roma itu masih melayang di atas mistar gawang Cesar.

Pada menit ke-84 Inter mengancam gawang Roma lewat sepakan Mario Balotelli yang masih jauh dari sasaran. Hingga berakhirnya laga papan skor pun tetap bertahan di angka 1-1.

Susunan pemain:

Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti, Vieira (Balotelli 45'), Muntari (Sneijder 45'), Motta (Cambiasso 63'), Stankovic, Milito, Eto'o

Roma: Sergio, Andreolli, Mexes, Marco Motta, Riise, De Rossi (Faty 36'), Perotta, Pizarro, Brighi, Vucinic (Okaka 67'), Menez (Tonetto 75')

UCL : Kiev 1-2 INTER
Hasil 2 gol telat


Kiev - Inter Milan meraih kemenangan pertamanya di Grup F usai menekuk Dinamo Kiev 2-1. Inter ketinggalan duluan sebelum membalikkan keadaan lewat sepasang gol telat.

Setelah tiga pertandingan selalu diakhiri dengan hasil seri, Nerazzuri akhirnya meraup poin penuh di matchday 4 Liga Champions di kandang Dinamo, Kamis (5/11/2009) dinihari WIB.

Hasil ini bikin Inter untuk sementara memimpin Grup F dengan nilai 6, unggul dari Barcelona dan Rubin Kazan yang sama-sama punya poin 5 dan Dinamo yang memiliki angka 4.

Kemenangan atas Dinamo diraih Inter berkat sepasang gol dari Diego Milito dan Wesley Sneijder yang dibuat dalam lima menit terakhir pertandingan. Sebelumnya, Andriy Shevchenko sudah bikin Dinamo unggul sedari menit ke-21.

Jalannya Pertandingan

Baru tiga menit pertandingan berlangsung, Wesley Sneijder langsung mengancam. Usai menerima sodoran bola dari Diego Milito, Sneijder melepaskan tembakan keras yang nyaris menjebol gawang Dinamo.

Inter punya peluang lagi di menit ke-18. Kiper Julio Cesar melayangkan bola ke Milito yang meneruskan ke Eto'o. Tapi sepakan Eto'o masih belum tepat sasaran.

Tiga menit kemudian Dinamo mengejutkan Inter. Artem Milevskiy memberikan bola kepada Andriy Shevchenko yang lantas melepaskan tembakan keras dari tepi area penalti dan bersarang dalam gawang Inter.

Inter membuang peluang di menit ke-36. Dejan Stankovic memberikan bola ke Eto'o yang lantas bekerja sama dengan Milito tapi lagi-lagi bola belum membahayakan gawang Stanislav Bogush.

Empat menit jelang jeda, Shevchenko mendapatkan bola umpan dari Milevskiy. Namun, kombinasi keduanya tak lagi berbuah gol karena arah bola masih melebar.

Satu peluang kembali terbuang untuk Inter. Dari tendangan bebas, Sneijder melayangkan bola yang lantas ditanduk Walter Samuel. Tidak terkawal, hasil sundulannya masih melebar.

Dinamo mencatat peluang pada menit 62. Umpan jauh Roman Eremenko dikuasai Sheva yang lantas meneruskan ke Milos Ninkovic. Tapi bola sepakan Ninkovic kemudian masih jauh dari sasaran.

Inter kemudian membuat dua peluang gagal lagi. Yang pertama terjadi pada menit 66 setelah tandukan Eto'o dari jarak dekat gagal berbuah gol dan dua menit kemudian giliran mistar yang menggagalkan bola hasil tandukan Samuel masuk ke dalam gawang.

Eto'o melepaskan umpan ke arah Mario Balotelli di menit ke-71. Pertahanan Dinamo terbelah kendati sepakan Balotelli masih tidak tepat sasaran.

Milito! Inter akhirnya menyamakan kedudukan juga lewat Milito empat menit menjelang bubaran. Dari sisi kiri, Sneijder memberikan bola kepada Milito yang kemudian mengecoh kipe Bogush. Pemain Dinamo mengklaim offside tapi wasit tak sependapat.

Di menit-menit akhir, Inter kembali bikin gol. Kesalahan kiper Bogush usai memblok tendangan Sulley Muntari dapat dimanfaatkan Milito yang mengembalikan bola ke belakang untuk diteruskan Sneijder. 2-1 untuk Inter.

Susunan Pemain:

Dynamo Kiev: Bogush; Eremenko, Khacheridi, Leandro Almeida, Magrao; Shevchenko, Mikhalik, Vukojevic, Yarmolenko; Ninkovic; Milevskiy (Gusev 70)

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel (Muntari 79), Chivu (Balotelli 46); Zanetti, Cambiasso (Thiago Motta 46), Stankovic; Sneijder; Milito, Eto'o

LIVORNO 0-2 INTER
Peran Milito - Maicon

Livorno - Inter semakin mantap di puncak klasemen sementara Seri A, menyusul kemenangan 2-0 atas Livorno. Dua gol La Beneamata dikemas oleh Diego Milito dan Douglas Maicon.

Inter melawat ke markas Livorno, Stadion Armando Pichi, Minggu (1/11/2009) malam WIB.

Nerazzuri membuka skor di menit ke-49 melalui Diego Milito. Gol Maicon sepuluh menit menjelang bubaran mengunci kemenangan Inter 2-0.

Raihan tiga poin membawa anak buah Jose Mourinho ini semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan poin 28, unggul tujuh poin dari runner up Juventus.

Jalannya Pertandingan

Pertarungan ketat di lapangan tengah mewarnai laga antara Livorno kontra Inter Milan. Tuan rumah mampu mengimbangi permainan yang diperagakan para pemain Inter.

Gelandang Inter Sulley Muntari harus mengalami perawatan akibat berbenturan dengan Diniz di menit ke-19. Muntari akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Esteban Cambiasso.

Kedua tim saling melancarkan tekanan, namun hingga setengah jam laga berjalan belum ada ancaman yang cukup berarti.

Livorno memiliki peluang di menit ke-37. Tendangan bebas yang dilepas Antonio Candreva bisa digagalkan oleh Julio Cesar yang menjaga gawang Inter.

Guna memecah kebuntuan pelatih Inter Jose Mourinho memasukkan Samuel Eto'o guna menggantikan Rene Krhin.

Empat menit setelah jeda Inter membuka skor lewat Diego Milito. Usai menerima umpan dari Dejan Stankovic, striker asal Argentina itu sedikit mengontrol bola sebelum melepas tembakan yang gagal dihentikan kiper Alfonso De Lucia.

Tertinggal satu gol Livorno berusaha untuk mengejar. Menit ke-62, sebuah umpan yang dilepas Mirko Pieri sukses dihalau Lucio sebelum bola mengarah ke Francesco Tavano.

Sepuluh menit berselang, aksi Tavano menghadirkan ancaman bagi Nerazzuri. Namun sepakannya masih belum melayang di atas gawang tim tamu.

Inter menambah skor sepuluh menit menjelang bubaran melalui tendangan kaki kiri bek asal Brasil, Maicon. Skor 2-0 bertahan hingga laga berakhir.

Susunan Pemain

Livorno: De Lucia; Knezevic, Miglionico, Diniz, Vitale (Danilevicus 54'), Moro, Candreva, Pieri, Raimondi, Tavano, Pulzetti (Dionisi 72')


Inter: Julio Cesar; Lucio, Cordoba, Zanetti, Maicon, Vieira, Muntari (Cambiasso 29'), Krhin (Eto'o 46'), Amantino Mancini, Stankovic (Samuel 68'), Milito