Monday, May 31, 2010

INTER 3-0 Bologna

Milan
- Thiago Motta dengan dua golnya jadi bintang kemenangan 3-0 Inter Milan atas Bologna, Sabtu (3/4/2010) malam WIB. Alhasil Nerazzuri pun masih kokoh di puncak klasemen Seri hingga pekan ke-32.

Duel yang dihelat di Giuseppe Meazza itu menandai kembalinya Mario Balotelli ke skuad Inter setelah tujuh pertandingan sebelumnya dibekukan. Hebatnya pemain yang dicap bengal itu turut menyumbangkan gol kedua bagi Inter.

Sedangkan Motta mencetak satu gol di babak pertama dan satunnya lagi di babak kedua.

Dengan raihan tiga poin ini, La Beneamata masih memegang tampuk klasemen dengan 66 poin. Selisih tetap satu dari AS Roma yang menang 1-0 atas Bari dan tiga dari AC Milan yang menang 3-2 atas Cagliari.

Sementara itu Bologna dengan kekalahan ini ada di posisi ke-15 dengan 35 poin.

Jalanntya pertandingan

Di menit ke-4 Bologna buat kejutan dengan tembakan bebas yang dilepaskan oleh Adailton namun masih membentuk tiang gawang.

Lima menit kemudian giliran Inter yang bikin peluang lewat tandukan Motta yang masih dapat diselamatkan oleh Emiliano Viviano. Mario Balotelli gagal memaksimalkan bola rebound.

Pada menit ke-16 tembakan keras Dejan Stankovic setelah bekerja sama dengan Goran Pandev masih melebar di sisi kiri gawang.

Di menit ke-29 Inter berhasil membuka keunggulan. Pencetak golnya adalah Motta yang yang mendapat bola di kotak penalti dengan dadanya dan lewat sekali sentuhan, ia melepaskan tembakan terukur melewati badan Viviano.

Di penghujung babak pertama, Inter berpeluang besar untuk unggul setelah Balotelli yang mendapat bola sodoran Milito di sisi kanan kotak penalti menyepak bola. Namun Viviano dengan gemilang menepisnya.

Semenit setelah restart, Inter langsung menggebrak. Davide Santon yang menguasai bola di depan kotak penalti mengumpan lambung ke Milito di kotak penalti dan melepaskan tembakan namun masih menyamping.

Balotelli menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-52. Pergerakan Milito di sisi kanan pertahanan Bologna diakhiri dengan umpan diagonal ke Balotelli yang berada di tiang jauh. Dan dengan dingin penyerang muda Italia itu menceploskan bola ke jala Viviano.

Lima menit sebelum usai, Motta mencetak gol keduanya sekaligus menegaskan keunggulan Inter jadi 3-0. Kerjasama satu dua Motta dan Stankovic di depan kotak penalti diakhiri dengan sepakan terukur Motta ke pojok kanan gawang Viviano.

Susunan pemain

Inter: Cesar, Santon, Cordoba, Samuel, Chivu, Stankovic, Cambiasso, Motta, Balotelli, Milito (Muntari 86'), Pandev (Sneijder 69')

Bologna: Viviano, Raggi, Portanova, Britos, Lanna, Busce, Mingazzini (Casarini 27'), Guana, Modesto (Zalayeta 45'), Adailton, Di Vaio (Gimenez 80')

Tuesday, March 30, 2010

Roma 1-2 INTER

Roma - Ambisi Inter Milan untuk menjaga jarak aman di puncak klasemen mendapat hadangan saat melawat ke AS Roma. Laga antara dua klub calon peraih Scudetto tersebut berkesudahan 2-1 untuk Giallorossi.

Bermain di kandangnya sendiri, Roma lebih dulu unggul melalui Daniele De Rossi di menit 17. Inter sempat menyamakan kedudukan di menit 66 melalui Diego Milito, sebelum Luca Toni memastikan Giallorossi menyudahi laga dengan raihan tiga poin enam menit kemudian.

Kekalahan dalam laga di Stadion Olimpico, Minggu (28/3/2010) dinihari WIB memang tidak mengubah posisi Inter di puncak klasemen dengan poin dikumpulkan berjumlah 63. Namun anak didik Jose Mourinho kini cuma unggul satu angka atas Roma (62).

Musuh Nerazzurri dalam perebutan Scudetto bukan cuma Roma. Jika bisa menundukkan Lazio malam nanti, AC Milan juga masih mengumpulkan 62 angka dan makin meramaikan balapan menuju gelar juara.

Terlepas dari perebutan gelar juara, buat Roma kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka yang sudah bertahan sejak Oktober tahun lalu. Sementara Inter masih belum menunjukkan performa yang stabil karena cuma dapat satu kemenangan dalam lima laga terakhir (empat laga lainnya berkesudahan dengan dua kali kalah dan dua kali imbang).

Jalannya Pertandingan

Di menit-menit awal laga Inter sedikit lebih mendominasi penguasaan bola. Namun tuan rumah lebih dulu mengkreasikan kesempatan saat tendangan keras John Arne Riise dari jarak jauh masih melayang di atas mistar pada menit 12.

Setelah upaya Luca Toni menguasai bola di kotak penalti Inter berhasil dipatahkan Lucio, Roma akhirnya membuka keunggulan di menit 17.

Gol tersebut bermula dari kesalahan Julio Cesar yang tak lengket menangkap bola saat mengantisipasi tandukan Marco Cassetti. Si kulit bundar yang terlepas ke sisi kanan kiper asal Brasil itu berhasil dilesakkan ke dalam gawang oleh Daniele De Rossi.

Inter nyaris menyamakan kedudukan dua menit berselang. Malang buat tim tamu tendangan bebas Wesley Sneijder melenceng tipis dari gawang Julio Sergio. Tekanan Inter berlanjut melalui Dejan Stamkovic, saat tandukannya sambil melayang masih luput dari bidang sasaran.

Memasuki menit 29 Roma kembali punya peluang mencetak gol melalui Mirco Vucinic, namun sepakannya yang sempat membentur pemain lawan membuat bola gagal masuk ke gawang. Tak lama berselang Julio Cesar kembali dibuat ketar-ketir, kiper nomor satu Brasil itu cuma bisa terpaku memandangi tendangan Risse yang meneruskan umpan dari David Pizarro. Inter beruntung bola kembali gagal masuk ke gawang.

Di sisi lain, Inter juga dinaungi ketidakberuntungan saat tandukan Walter Samuel meneruskan umpan tendangan sudut membentur mistar gawang. Sementara klaim penalti di menit 45 menyusul pelanggaran yang dilakukan Cassetti terhadap Sneijder dimentahkan wasit.

Inter lebih dulu menggebrak di awal babak kedua, tepatnya menit 50. Namun kembali ketidakberuntungan yang mendatangi, tendangan Milito dari sudut sempit sempat membentur pemain belakang Roma, bola yang berbelok gagal bersarang di dalam jala karena dimentahkan mistar gawang.

Dua menit berselang Sneijder juga punya kesempatan menyamakan kedudukan, meski upaya tersebut gagal oleh penyelamatan gemilang kiper Julio Sergio.

Toni punya dua peluang membawa Roma melebarkan jarak di menit 55 dan 60 lewat tandukan kepalanya. Upaya pertama mantan pemain Bayern Munich itu melayang di atas mistar, sementara usaha keduanya juga tak membuahkan hasil karena bola cuma menyasar di sisi luar gawang.

Di menit 66 Inter akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Milito. Sneijder menjadi arsitek dari terciptanya gol ini. Gelandang asal Belanda itu mengirim bola ke tengah kotak penalti yang kemudian mampu di masukkan ke dalam gawang oleh Milito.

Namun kondisi 1-1 cuma bertahan enam menit karena Toni berhasil membawa Roma kembali unggul. Tendangan kaki kanan dari striker internasional Italia itu, menyambar bola yang sebelumnya gagal disambar Rodrigo Taddei, bersarang di sudut gawang. Roma kembali unggul 2-1.

Inter nyaris membawa pulang satu poin dari laga tersebut saat Milito punya kesempatan terakhir di menit kelima masa injury time. Namun nasib baik sepertinya sedang tak berpihak kepada pasukan Biru Hitam, upaya pamungkas Milito menyamakan kedudukan kembali dimentahkan mistar gawang.

Susunan Pemain:


Roma: Julio Sergio; Cassetti, Juan, Burdisso, Riise; Perrotta, Pizarro, De Rossi (Brighi 74); Menez (Taddei 68); Toni, Vucinic (Totti 85)

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Zanetti; Stankovic (Pandev 59), Cambiasso (Chivu 76), Thiago Motta (Quaresma 76); Sneijder; Eto'o, Milito

INTER 3-0 Livorno

Milan - Inter Milan mengokohkan posisinya di puncak klasemen Seri A. Menjamu Livorno di Giuseppe Mezza, Kamis (25/3/2010) dinihari WIB, Nerazzurri menang telak 3-0.

Inilah kemenangan pertama Inter dalam empat pertandingan terakhir. Pada tiga laga sebelumnya di Seri A, Javier Zanetti dkk cuma meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Dua gol Inter dalam laga tersebut disumbangkan Samuel Eto'o masing-masing di menit 36 dan 41. Sementara satu gol lainnya lahir di babak kedua melalui Maicon.

Kemenangan ini mengokohkan posisi Inter di puncak klasemen dengan poin dikumpulkan berjumlah 63. Anak didik Jose Mourinho juga bisa sedikit menarik napas lega karena pada laga lain AC Milan (59) kalah 0-1 saat menyambangi AC Parma.

Sementara untuk Livorno, kekalahan tersebut membuat mereka makin terbenam di dasar klasemen. Menderita 17 kekalahan, serta masing-masing enam kali menang dan imbang.

Jalannya Pertandingan

Wajib menang demi menghindari kejaran Milan yang cuma terpaut satu poin di posisi dua, Inter justru lebih dulu berada dalam tekanan. Di menit tiga tendangan kaki kiri Di Gennaro yang menusuk ke pertahanan Inter masih melenceng dari sasaran.

Inter membalas melalui umpan Eto'o ke muka gawang yang gagal dijangkau Goran Pandev. Namun kembali tim tamu yang punya peluang matang membuka keunggulan saat tandukan Nico Pulzetti yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang berhasil dibelokkan Ivan Cordoba.

Livorno yamg datang membawa status penghuni juru kunci mampu memberi perlawanan pada Inter. Setelah tendangan roket Filippini ditinju Julio Cesar, kiper Brasil itu nyaris kebobolan saat Pulzetti menyambar bola hasil kerjasama Di Gennaro dan Tomas Danilevicius di kotak penalti.

Inter akhirnya membuka keunggulan di menit 36 melalui Eto'o. Berawal dari skenario serangan balik, Thiago Motta melepas umpan terobosan yang berhasil dikejar Eto'o. Tepat di muka kotak penalti, mantan pemain barcelona itu melepaskan tendangan kaki kanan dan mengirim bola ke dalam gawang

Hanya butuh lima menit buat Inter menggandakan keunggulan, lagi-lagi melalui Eto'o. Tendangan akrobatik yang di lepaskan striker Kamerun itu saat menyambut umpan Pandev bersarang di tiang dekat gawang Rubinho. 1-0 Inter memimpin.

Memasuki babak kedua, meski sudah tertinggal dua gol, Livorno tak menyerah dengan mudah. Kans lain berhasil diciptakan melalui tendangan keras Dario Knezevic yang memaksa Julio Cesar berjibaku mengamankan gawangnya.

Di menit 61 Inter berhasil mencetak gol ketiganya. Mendapat sodoran bola dari Thiago Motta, tendangan drive Douglas Maicon mengubah kedudukan menjadi 3-0.

Palermo 1-1 INTER

Palermo - Inter Milan kembali memetik hasil kurang maksimal dalam kampanyenya di Liga Italia. Menghadapi Palermo, Inter harus puas dengan skor 1-1, membuat La Beneamata tidak pernah menang dalam tiga laga.

Bertandang ke markas Palermo, Stadion Renzo Barbera, Minggu (21/3/2010) dinihari WIB, Inter lebih dulu di depan berkat gol Diego Milito. Namun gol balasan Edison Cavani membatalkan tiga angka Inter.

Petikan satu poin saja ini dapat membahayakan Inter. Dengan koleksi 60 angka dari 29 pertandingan, posisi Nerazzurri bisa disalip AC Milan yang baru bermain malam ini menghadapi Napoli.

Namun tidak cuma Inter yang dirugikan dengan hasil ini karena Palermo juga turut terancam. Dengan nilai 47, 'Si Merah Jambu' bisa saja dilewati Juventus yang menyimpan satu laga menghadapi Sampdoria di tangan.

Hasil ini membuat Inter gagal menang dalam tiga pertandingan terakhirnya di Seri A. Pekan lalu, Javier Zanetti cs dipecundangi 1-3 oleh Catania, setelah pekan sebelumnya lagi mereka diimbangi Genoa 0-0.

Jalannya pertandingan
Inter langsung menggebrak sejak awal. Di menit ketujuh, La Beneamata nyaris saja unggul setelah tendangan Diego Milito dari jarak dekat meneruskan umpan Samuel Eto'o menabrak tiang gawang.

Walau begitu, Inter tak perlu terlalu kecewa. Sebab, di menit ke-11, penalti diberikan wasit setelah Cesare Bovo didakwa menjatuhkan Lucio. Milito dengan tenang melaksanakan tugasnya dengan baik.

Setelah itu, Inter terus tampil agresif. Enam menit berselang, umpan tendangan bebas Esteban Cambiasso diteruskan tandukan Milito, tapi gol gagal terjadi karena bola melayang di atas mistar.

Di saat Inter asyik menyerang, Palermo memukul balik. Menit 24, Cavani mencetak gol penyama buat Palermo setelah ia menyontek bola yang disodorkan Fabrizio Miccoli dari sayap kanan.

Di babak kedua, kedua tim terus berupaya mencari gol kemenangan. Tapi tidak satu pun serangan yang berhasil membuahkan gol tambahan hingga marka 90 menit terlewati. Skor akhir pun jadi 1-1.

Susunan pemain
Palermo: Sirigu; Cassani, Bovo, Kjaer, Balzaretti; Migliaccio, Nocerino, Pastore, Simplicio (Bertolo 55); Miccoli, Cavani (Hernandez 89)

Inter: Cesar; Maicon, Samuel, Lucio, Santon (Motta 65); Zanetti, Cambiasso, Sneijder, Stankovic (Pandev 65); Eto'o, Milito

Chelsea 0-1 INTER

London - Tiket ke perempatfinal didapat Inter Milan setelah menundukkan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions. Nerazzurri menang 1-0 dalam laga yang dihiasi kartu merah buat Didier Drogba.

Di Stamford Bridge, Rabu (17/3/2010) dinihari WIB, Chelsea sesungguhnya mampu membuat banyak peluang di sepanjang laga. Namun gol semata wayang Samuel Eto'o di menit 78 akhirnya memupus asa The Blues untuk bisa melanjutkan kiprah di Liga Champions.

Hasil tersebut membuat Inter lolos ke babak delapan besar dengab keunggulan agregat 3-1, setelah pada leg pertama di Giuseppe Meazza dua pekan lalu memetik kemenangan 2-1.

Derita Chelsea bertambah dengan kartu merah yang diterima Didier Drogba di menit 88. Striker Pantai Gading, yang dibuat tak berdaya oleh Lucio dan Walter Samuel di sepanjang laga, mendapat kartu kuning kedua karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap Thiago Motta.

Buat Inter, ini merupakan kali pertama dalam tiga tahun terakhir mereka lolos ke perempatfinal. Tahun lalu Zavier Zaentti cs terhenti di babak yang sama setelah ditundukkan Manchester United dengan agregat 0-2.

Sementara di kubu Chelsea hasil ini adalah kemunduran mengingat tahun lalu mereka bisa melangkah ke semifinal, sebelum akhirnya tersingkir secara dramatis oleh tim yang kemudian menjadi juara, Barcelona.

Susunan Pemain
Chelsea: Ross Turnbull; Branislav Ivanovic, Alex, John Terry, Yuri Zhirkov (Salomon Kalou '74); Michael Ballack (Joe Cole '62), John Obi Mikel, Frank Lampard; Nicolas Anelka, Didier Drogba, Florent Malouda

Inter Milan: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Walter Samuel, Javier Zanetti; Esteban Cambiasso, Wesley Sneijder (McDonald Mariga '85), Thiago Motta (Marco Materazzi '90); Goran Pandev (Dejan Stankovic '75), Samuel Eto'o, Diego Milito

Catania 1-3 INTER

Catania - Inter Milan harus mengakui keunggulan Catania dalam lanjutan laga Seri pekan ke-28, Sabtu (13/3/2010) dinihari WIB. Tak hanya kalah 1-3, Nerazzuri pun harus mengakhiri 90 menit laga dengan 10 orang.

Dalam laga yang dihelat di Angelo Massimino itu, Inter sebenarnya mampu unggul dulu lewat Diego Milito. Namun, tiga gol beruntun lesakkan Maxi Lopez, Giuseppe Mascara dan Jorge Martinez memaksa Inter harus pulang dengan tangan hampa ke Milan. Kesemua gol terjadi di babak kedua.

Inter juga harus kehilangan Sulley Muntari yang dikartumerahkan wasit di sepuluh menit babak kedua tersisa.

Dengan kekalahan ini, La Beneamata memang masih kokoh di puncak klasemen dengan 59 poin. Namun, runner-up AC Milan yang baru bertanding lusa melawan Chievo Verona bisa memangkas selisih jadi satu poin jika menang.

Catania yang untuk pertama kalinya dalam 44 tahun menang atas Inter kini berada di posisi ke-15 dengan 31 poin dengan jumlah laga yang sama.

Jalannya pertandingan

Tiga menit laga berjalan, Giuseppe Mascara dari sebuah sepak pojok mengirimkan bola ke kotak penalti. Di sana ada Gilberto Martinez yang menyambut bola dengan tandukannya namun masih melenceng dari sasaran.

Pada menit ke-13 kembali Catania bikin ancaman. Lagi-lagi Mascara menjadi penyebabnya dengan umpan terukurnya kepada Adrian Ricchiuti yang disambut sepakan namun masih dapat ditepis Julio Cesar. Terjadi kemelut dan bola liar gagal dimaksimalkan Ciro Capuano setelah sepakannya melambung jauh di atas mistar.

Inter memperoleh peluang pertamanya pada menit ke-19. Dari umpan Esteban Cambiasso, Diego Milito mendapatkan bola. Namun, dalam keadaan badan tak seimbang ia melepaskan sepakan yang masih melebar dari gawang Mariano Andujar.

Di menit ke-33 akselerasi Wesley Sneijder di sisi kiri pertahanan Catania diakhirinya dengan sebuah sepak keras terukur yang memaksa Andujar melakukan penyelamatan atas gawangnya. Babak pertama pun berkesudahan imbang tanpa gol.

Gol yang ditunggu oleh Inter akhirnya tercipta sembilan menit setelah restart atau tepatnya pada menit ke-54. Bermula dari serangan balik yang dibangun Samuel Eto'o pun lantas mengumpan kepada kepada Sneijder.

Dengan tak egois, Sneijder yang melihat Milito berdiri bebas langsung menyodorkan bola kepada rekannya tersebut. Dan mudahnya Milito mengonversi assist Sneijder menjadi gol.

Catania sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-74. Tendangan Edgar Alvarez di dalam kotak penalti diteruskan Maxi Lopez dengan sebuah sontekan pelan menaklukkan Cesar. Dan bahkan tujuh menit sesudahnya tuan rumah berbalik unggul.

Diawali handsball Sulley Muntari saat situasi sepakan bebas berbuah tendangan penalti dan Muntari pun harus diusir keluar lapangan karena kartu kuning keduanya. Mascara yang jadi algojo sukses men-chip bola

melewati Cesar. Muntari saat itu baru berada di lapangan kurang dari dua menit.

Pada menit ke-90 Catania malah bisa menjebol lagi gawang Cesar untuk ketiga kalinya malam itu. Kesalah Lucio dalam membuang bola membuat Martinez dengan mudah mengecoh Cesar untuk menempatkan si kulit bundar ke dalam gawang.

Skor 3-1 pun bertahan hingga laga usai dan itu merupakan kekalahan ketiga Inter musim ini.

Susunan pemain

Catania: 21 Andujar; 22 Alvarez, 23 Terlizzi, 6 Silvestre, 33 Capuano (Potenza 88'); 19 Ricchiuti (Delvecchio 76'), 27 Biagianti, 13 Izco; 25 Martinez, 11 Maxi Lopez (Carboni 84'), 7 Mascara.

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 23 Materazzi, 4 Zanetti; 5 Stankovic (Pandev 77'), 19 Cambiasso (Muntari 79'), 17 Mariga (Quaresma 45'); 10 Sneijder; 22 Milito, 9 Eto'o.

INTER 0-0 Genoa

Milan - Inter Milan membuang peluang menjauhkan diri dari AC Milan dan AS Roma, setelah dalam laga kontra Genoa, Senin (8/3/2010) dinihari WIB, 'Biru Hitam' hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Duel tersebut digelar di Giuseppe Meazza. Inter yang butuh kemenangan untuk mengokohkan posisinya di puncak klasemen menguasai ball possesion, 52 erbandinga 48 persen. Data Soccernet mencatat Inter melepaskan 11 shots sedang Genoa hanya tujuh.

Satu poin yang dirahih bikin Nerazzuri tetap unggul empat angka dari Milan di posisi kedua dan beda tujuh dari Roma yang ada di peringkat ketiga. Jumlah pertandingan penghuni tiga besar itu sama, yaitu 27.

Sementara itu Il Grifone tertahan di posisi kesembilan dengan 39 poin.

Jalannya pertandingan

Meski bertindak sebagai tamu, Genoa mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Di delapan menit pertama, Domenico Cristico dan Salvatore Bochetti punya peluang berbahaya, namun tak satu pun yang berhasil menembus jala Julio Cesar.

Inter kemudian membalas lewat Sulley Muntari pada menit ke-10 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti yang masih belum menemui sasaran. Dan sepuluh menit sesudahnya kembali lewat Muntari yang tendangannya melenceng tipis di sisi gawang.

Genoa kembali menekan pada menit ke-24 lewat David Suazo usai menerima umpan Alberto Zapater. Namun, bola hasil sepakan Suazo masih dapat diblok. Zapater di menit ke-32 menggenjot bola dengan keras dari luar kotak penalti tapi maish menyamping dari mulut gawang Inter.

Dejan Stankovic nyaris menjebol gawang Marco Amelia andaikan tendangan jarak jauhnya tidak ditepis oleh Amelia di pojok kanan atas. Semenit kemudian Wesley Sneijder membuang peluang setelah sepakannya masih tak berhujung gol.

Enam menit sesudah rehat, Inter melancarakan serangan balik yang berakhir bolanya di kaki Diego Milito. Sambil ditempel dua pemain lawan di dalam kotak penalti, Milito melepaskan tendangan yang masih menyamping di sisi gawang Amelia.

Pada menit ke-67 assist Samuel Eto'o menemui Mario Balotelli di area pertahanan Genoa. Dengan kaki kanannya, Balotelli melepaskan tembakan yang masih dapat ditepis oleh Amelia.

Hingga laga berakhir tak banyak peluang yang tercipta dari kedua tim sehingga skor 0-0 pun membawa Inter dan Genoa keluar dari lapangan.

Susunan pemain

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 6 Lucio, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic (Queresma 75'), 11 Muntari (Cordoba 58'); 45 Balotelli, 10 Sneijder, 27 Pandev (Eto'o 58'); 22 Milito.

Genoa: 32 Amelia; 15 Papastathopoulos, 26 Bocchetti, 24 Moretti; 7 Rossi, 77 Milanetto, 21 Zapater, 4 Criscito; 14 Sculli (Palacio 61'), 19 Suazo (Jankovic 52') (Palladino 68'), 20 Mesto.

Sunday, February 28, 2010

Udinese 2-3 INTERNAZIONALE
Akhiri Puasa Kemenangan

Udine - Setelah tiga laga berturut-turut gagal memetik kemenangan di Seri A, Inter Milan meraih kemenangan dengan menekuk Udinese. Poin penuh membawa Nerazzurri kokoh di puncak klasemen sementara.

Inter mengatasi Udinese 3-2 dalam laga yang digelar di Stadion Friuli, Udine, Minggu (28/2/2010) malam WIB. Ini merupakan kemenangan pertama Nerazzurri setelah dalam tiga laga Seri A terakhir mereka selalu mengakhirinya dengan hasil imbang.

Tambahan tiga angka membawa Inter kokoh di capolista dengan poin 58 dari 26 laga.

Jalannya Pertandingan

Tuan rumah terlebih dahulu unggul ketika dua menit laga berjalan. Adalah Simone Pepe yang mencatatkan namanya di papan skor, setelah memanfaatkan umpan Antonio Di Natale.

Inter hanya butuh tiga menit untuk merespon. Tendangan jarak jauh Mario Balotelli gagal dibendung portiere Udinese, Samir Handanovic.

Selanjutnya kedua tim terlibat jual beli serangan. Di menit kesembilan tendangan bebas Wesley Sneijder masih mendarat di samping gawang Udinese. Dua menit kemudian, kiper Inter Julio Cesar beraksi untuk menggagalkan tendangan Giovanni Pasquale.

Inter balik memimpin ketika laga berusia 20 menit. Melalui kerjasama Diego Milito dan Goran Pandev, yang kemudian dituntaskan oleh eksekusi yang dilepaskan Maicon.

Tim tamu menambah keunggulannya memasuki akhir babak pertama. Diego Milito yang berdiri di dalam kotak penalti dengan sempurnya meneruskan assist dari Balotelli dan memaksa Handanovic memungut bola untuk ketiga kalinya.

Tujuh menit babak kedua berjalan, gawang Inter bergetar melalui tendangan penalti Antonio Di Natale. Ada pun tendangan 12 pas diberikan usai Balotelli menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.

Gol tersebut membuat Udinese semakin bersemangat untuk kembali menjaringkan gol. Menit ke-68, Udinese kembali menghadirkan ancaman. Namun umpan matang yang dilepas Aleksander Lukovic dari sayap kiri tidak ada yang menyambut.

Setelahnya, Udinese lebih banyak menghujani gawang Inter dengan tembakan. Namun tidak ada gol tambahan yang tercipta.

Skor 3-2 bertahan hingga laga ditutup.

Susunan Pemain


Udinese: Handanovic; Coda, Lukovic, Zapata, Inler, Sammarco (Geijo 80'), Pasquale (Asamoah 64'), Cuadrado, Di Natale, Pepe, Sanchez

Inter: Julio Cesar; Motta, Lucio, Zanetti, Maicon, Mariga, Stankovic, Sneijder (Krhin 92'), Milito, Pandev (Eto'o 72'), Balotelli (Materazzi 82')

UCL 16 Besar :INTERNAZIONALE 2-1 Chelsea
Meazza Kandang Kita !!!

Milan - Misi Inter Milan untuk meraih kemenangan atas Chelsea terlaksana. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter sukses menekuk pasukan asal London itu dengan skor 2-1.

Pertandingan leg I perdelapanfinal Liga Champion yang dihelat di Stadion Giseppe Meazza, Kamis (25/2/2010) dinihari WIB, ini relatif berjalan seimbang untuk kedua tim. Inter sempat meraih keunggulan di menit-menit awal laga lewat tendangan Diego Milito, namun berhasil disamakan oleh gol Salomon Kalou di awal babak kedua.

Gol penentu kemenangan La Beneamata atas The Blues akhirnya tercipta di pertengahan babak kedua lewat sepakan Esteban Cambiasso. Hasil yang bisa dibilang tak terlalu buruk untuk kedua tim.

Dengan kemenangan ini, Inter sedikit unggul. Tetapi dengan satu gol tandang peluang Chelsea juga masih terbuka. 'Si Biru' pun masih memiliki kesempatan untuk membalas di leg kedua yang akan dihelat di Stamford Bridge pada 16 Maret mendatang.

Jalannya Pertandingan

Inter Milan ngebut selepas start. Baru tiga menit pertandingan berjalan mereka sudah bisa membobol jala Chelsea lewat sepakan Milito.

Chelsea dikejutkan dengan serangan cepat tuan rumah. Berawal dari bola sodoran Samuel Eto'o, Wesley Sneijder dengan cerdik memberikannya kepada Milito yang berada di sisi kiri.

Lewat satu sentuhan, Milito kemudian sukses mengecoh John Terry yang mengawalnya. Ruang pun terbuka untuknya dan dengan satu sepakan kaki kanan penyerang asal Argentina ini berhasil membobol jala Petr Cech.

Didier Drogba sempat memberikan balasan pada menit 15. Namun, usaha penyerang asal Pantai Gading ini melalui sebuah tendangan bebas belum membuahkan hasil. Sepakannya masih membentur tiang gawang dan akhirnya dijinakkan oleh Julio Cesar.

Sepuluh menit menjelang turun minum, Eto'o kembali membuat pertahanan Chelsea terancam. Menerima operan Sneijder dari sisi kiri, bomber dari Kamerun ini mungkin saja akan mencetak gol atas namanya, jika ia bisa mengeksekusi tendangan kaki kirinya dengan baik.

Upaya Chelsea mengejar ketinggalan atas Inter Milan membuahkan hasil di menit 51. Sepakan jarak jauh Salomon Kalou gagal diantisipasi Julio Cesar dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Gol penyama The Blues ini bermula dari tusukan Branislav Ivanovic di sisi kanan. Dalam posisi terjepit di muka kotak penalti, dia kemudian mengirim bola pada Kalou.

Sepakan yang dilepaskan Kalou dari luar kotak penalti ssungguhnya tak terlalu keras dan terlihat bisa diantisipasi Julio Cesar, namun si kulit bundar tak kena ditepis kiper Brasil itu dan berarang di gawang Inter.

Inter akhirnya kembali unggul pada menit 55 setelah umpan lambung Sneijder dimentahkan oleh barisan pertahanan Chelsea.. Namun, bola muntah langsung disambar oleh Cambiasso dengan sebuah sepakan keras.

Usaha pertama gelandang asal Argentina itu masih bisa diblok oleh Branislav Ivanovic. Tetapi usaha keduanya langsung membuahkan hasil. Sepakannya bersarang di pojok bawah tiang jauh dari Cech.

Di sisa pertandingan, Chelsea terus berusaha menekan pertahanan tuan rumah. Namun mereka tak kunjung berhasil menciptakan gol kedua. Kemenangan dengan skor 2-1 pun menjadi milik Inter.

Susunan Pemain

Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel, Lucio, Javier Zanetti, Maicon, Esteban Cambiasso, Welsey Sneijder, Thiago Motta (Mario Balotelli 58), Dejan Stankovic (Sulley Muntari 84), Diego Milito, Samuel Eto'o (Goran Pandev 68).

Chelsea: Petr Cech (Henrique Hilario 62), John Terry, Ricardo Carvalho, Branislav Ivanovic, John Obi Mikel, Florent Malouda, Frank Lampard, Michael Ballack, Salomon Kalou (Daniel Sturridge 78), Didier Drogba, Nicolas Anelka.

INTERNAZIONALE 0-0 Sampdoria
9 Pemain Dengan Hasil Seri

Milan - Inter Milan gagal menjauhkan diri dari pesaingnya di klasemen Seri A, setelah Minggu (21/2/2010) dinihari WIB, sembilan pemain Nerazzuri diimbangi sepuluh orang Sampdoria tanpa gol.

Dalam laga yang dihelat di Giuseppe Meazza itu, Inter sudah harus kehilangan dua bek tengahnya, Walter Samuel dan Ivan Cordoba, sejak babak pertama. Di babak kedua giliran Sampdoria yang tereliminasi skuadnya setelah Giampaolo Pazzini turut dikartumerahkan.

Hasil seri membuat La Beneamata untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal meraup poin penuh. Dalam dua laga sebelumnya pun, Javier Zanetti dkk hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Parma dan 0-0 dengan Napoli.

Meski begitu, Inter masih kokoh di puncak klasemen dengan 55 poin, selisih delapan angka dari AS Roma sebagai runner-up yang baru bertanding melawan Catania keesokan harinya. Sementara Il Samp tertahan di urutan kelima klasemen dengan 40 poin dari 25 laga berlalu.

Jalannya pertandingan

Tiga puluh menit laga babak pertama berjalan lebih banyak dihiasi oleh permainan keras menjurus kasar dari kedua tim. Peluang pertama pun baru hadir dari Samuel Eto'o di menit ke-31 setelah sepakannya memanfaatkan umpan Diego Milito masih melebar di samping gawang Sampdoria.

Tepat semenit setelahnya, Inter harus bermain dengan sepuluh orang setelah Walter Samuel menyikut Giampaolo Pazzini yang berkesempatan mencetak gol. Atas tindakannya tersebut, bek Argentina itu diberi kartu kuning kedua, plus kartu merah, yang mengharuskannya keluar lapangan.

Pada menit ke-38, Inter kembali kehilangan pemainnya setelah kembali dapat kartu merah. Kali ini pelakunya adalah Ivan Cordoba yang menerima kartu kuning keduanya setelah menekel dengan keras Nicola Pozzi.

Skor 0-0 pun mengiringi kedua tim memasuki ruang ganti.

Masuk ke babak kedua, Sampdoria beberapa kali mengancam gawang Inter yang dikawal Julio Cesar. Di menit ke-51 peluang lewat Franco Semioli dan Angelo Palombo masih belum menemui sasaran. Begitu juga tendangan keras Daniel Mannini di menit ke-58 yang masih bisa digagalkan Cesar.

Eto'o punya kesempatan mencetak gol pada menit ke-66 setelah Milito memberinya umpan matang. Namun bola bukan mengarah ke gawang Luca Castelazzi karena melenceng ke sisi kiri.

Setelah dua pemain Inter dikeluarkan dari lapangan, wasit Paolo Tagliavento memberi kartu merah pada penyerang tim tamu, Pazzini, pada menit ke-75. Dia dianggap bersalah melanggar Dejan Stankovic.

Sampdoria kembali membuat was-was puluhan ribu Interisti yang hadir di stadion dengan sebuah tandukan Pozzi yang masih bisa diselamatkan Cesar pada menit ke-77. Sembilan belas pemain yang berada di atas lapangan gagal mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan, skor 0-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain

Inter: 12 Julio Cesar; 13 Maicon, 2 Cordoba, 25 Samuel, 4 Zanetti; 5 Stankovic, 19 Cambiasso, 11 Muntari (Lucio 35'); 10 Sneijde (Motta 81'); 22 Milito (Pandev 71'), 9 Eto'o.

Sampdoria: 30 Storari; 8 Zauri, 28 Gastaldello, 6 Lucchini, 3 Ziegler; 77 Semioli, 17 Palombo, 16 Poli (Tissone 79'), 18 Guberti (Mannini 54'); 9 Pozzi, 10 Pazzini.

Napoli 0-0 INTERNAZIONALE
Seri Lagi

Naples - Bertandang ke Napoli, Inter Milan gagal pulang membawa poin penuh. Cuma satu angka yang dipetik Nerazzurri setelah bermain imbang tanpa gol, 0-0.

Inilah hasil imbang kedua secara beruntung yang didapat Inter, setelah pekan lalu juga harus puas berbagi satu poin usai bermain 1-1 kontra Parma.

Meski hasil tersebut tak menggoyahkan posisi Zavier Zanetti di pucuk klasemen, namun keunggulan poin mereka atas pesaing terdekatnya kini terus terpangkas. Inter kini memimpin tujuh angka atas AS Roma di posisi dua, sementara dengan AC Milan, yang masih punya satu laga sisa, ada jarak sembilan poin.

Untuk Napoli, mengimbangi sang pemuncak klasemen adalah sebuah pencapaian tersendiri setelah pekan lalu tumbang 1-3 atas Udinese. Yang jelas mereka kini telah menggusur Juventus dan Sampdoria dari posisi lima dan empat klasemen dengan total poin dikumpulkan berjumlah 39.

Jalannya Pertandingan

Napoli yang pekan lalu menelan kekalahan pertamanya di bawah Walter Mazzarri langsung tampil menyengat di menit awal. Upaya pertama datang dari akselerasi Fabio Quagliarella yang terhenti di muka kotak penalti, di kesempatan lain peluang yang dikreasikan untuk Walter Gargano juga tak berujung gol.

Upaya tuan rumah menggedor pertahanan Inter dapat peluang emas di menit 10. Bermula dari tendangan bebas yang gagal dibuang dengan sempurna, bola yang disambar Marek Hamsik dimentahkan mistar gawang.

Tekanan Napoli berlanjut lewat sepakan Quagliarella yang cuma membentur sisi luar jala gawang. Sementara sebuah diving header German Denis dari jarak dekat dengan luar biasa diselamatkan Julio Cesar.

Inter yang berusaha menjaga jarak aman dengan AS Roma dan AC Milan bukannya tak punya peluang. Di menit 30 Sulley Muntari melepaskan tendangan bertenaga menyongsong bola buangan dari skenario tendangan bebas. Sama seperti yang sebelumnya dialami Hamsyik, sepakan tersebut urung jadi gol karena membentur mistar.

Jelang paruh pertama berakhir Napoli kembali mencoba membangun serangan balik. Namun tendangan voli Quagliarella dari luar kotak penalti dan dalam posisi terkawal bek lawan meleset jauh dari sasaran.

Goran pandev punya kans besar membawa Inter unggul saat dia mendapat umpan dari Mariga dan sukses memperdaya seorang bek lawan. Tapi saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Morgan De Sanctis.

Peristiwa di menit 62 itu langsung dibalas Napoli tak lama berselang, publik tuan rumah malah harusnya bisa merayakan gol pertama andai Denis lebih tenang di muka gawang.

Bermula dati tendangan Quagliarella di luar kotak penalti, bola yang membentur tiang gawang mental ke tengah kotak penalti di mana Denis terlihat berlari menyambarnya. Tapi saat tinggal berhadapan dengan gawang yang kosong sementara kiper Cesar masih dalam posisi terjatuh, sepakan Denis melayang jauh.

Setelah sebuah sepakan Milito kembali dimentahkan De Sanctis, Mourinho menarik keluar Pandev dan menggantinya dengan Samuel Eto'o. Namun mantan striker Barcelona itu tak mampu berbuat banyak di menit-menit awal berada dalam lapangan.

Tensi tinggi dan tempo cepat pertandingan terus berlangsung di menit-menit berikutnya. Namun hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir, papan skor di Stadio San Paolo, Senin (15/2/2010) dinihari WIB tak berubah dari angka 0-0.

Susunan Pemain

Napoli: De Sanctis; Campagnaro, P Cannavaro, Grava; Zuniga (Cigarini 81), Pazienza, Gargano, Aronica; Hamsik; Quagliarella, Denis

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Mariga 46); Sneijder; Pandev (Eto'o 71), Milito

Parma 1-1 INTERNAZIONALE
Terhadang di Tardini

Parma - Inter Milan hanya meraih satu angka dari lawatannya ke markas Parma. Kinerja barisan belakang sekaligus portiere Parma merupakan tembok penghalang hadirnya tiga poin bagi Nerazzurri.

Inter ditahan imbang Parma 1-1 dalam laga yang digelar Kamis (11/2/2010) dinihari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Nerazzurri sebenarnya sempat unggul jumlah pemain selama sekitar 20 menit akibat kartu merah yang menimpa gelandang Parma Francesco Valiani.

Namun situasi tersebut gagal dimanfaatkan oleh pasukan Jose Mourinho untuk mengalahkan pasukan Ennio Tardini.

"Menurut saya, apa yang kami lakukan di babak pertama sudah cukup untuk menang. Namun Parma bertahan dengan baik, memiliki kiper yang sempurna dan pada akhirnya kami bermain imbang setelah turun minum," ujar pelatih Inter Jose Mourinho seperti dikutip dari Football-Italia.

Seperti dikutip dari Soccernet, La Beneamata melepaskan 18 tembakan di mana delapan di antaranya mengarah ke gawang. Namun hanya satu yang berbuah gol. Tim Biru-Hitam juga unggul penguasaan bola dengan 55 berbanding 45.

"Parma pantas mendapatkan poin ini. Mereka bertarung dengan luar biasa dan membuat kami kesulitan," lanjut arsitek asal Portugal itu.

Andai menang, Inter akan semakin nyaman berada di puncak klasemen. Tapi satu poin tetap disyukuri oleh The Special One.

"Sudah jelas, memenangi laga melawan Parma sangatlah penting bagi kami. Namun keunggulan sembilan angka dari AS Roma dan 10 dari AC Milan juga merupakan posisi yang bagus bagi kami. Hasil seri di luar kandang bukanlah bencana," pungkas Mourinho.

INTERNAZIONALE 3-0 Cagliari
Nyaman di Puncak

Milan - Inter Milan semakin mantap duduk di puncak klasemen sementara. Kemenangan 3-0 atas Cagliari, plus kegagalan AC Milan meraih poin penuh, membuat Nerazzurri nyaman di capolista.

Laga yang dilangsungkan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (7/2/2010) malam WIB berkesudahan dengan skor 3-0 untuk Inter. Gol Inter dikemas oleh Goran Pandev dan Walter Samuel di babak pertama, disusul Diego Milito di babak kedua.

Dengan hasil ini maka pasukan Jose Mourinho bertahta di puncak dengan poin 52, unggul sepuluh angka dari AC Milan, yang di waktu yang sama bermain imbang dengan Bologna.

Jalannya Pertandingan

Dalam pertandingan ini, pelatih Inter Milan Jose Mourinho menunjukkan keinginan untuk tancap gas sejak awal, dengan menampilkan trio penyerang mereka: Samuel Eto'o, Goran Pandev, dan Gabriel Milito.

Hasilnya tim Biru Hitam membuka skor ketika pertandingan berusia enam menit. Berawal dari bola yang dilepas Javier Zanetti kemudian disambut oleh Samuel Eto'o.

Bola dari Eto'o mengarah ke Goran Pandev. Selanjutnya pemain Makedonia itu melepas tembakan yang merobek gawang Cagliari.

Setelahnya tekanan Inter tak berhenti. 14 menit berselang Nerazzurri menggandakan angka lewat Walter Samuel yang menyambut sepak pojok Douglas Maicon.

Menit ke-35, Calgiari sempat mencetak gol. Namun angka yang dibukukan Alessandro Matri tidak disahkan oleh wasit karena ia dinilai off-side terlebih dahulu.

Dua menit berselang, Julio Cesar beraksi untuk menggagalkan upaya Cagliari yang hadir lewat tembakan Nene.

Tiga menit babak kedua dibuka, skor pertandingan berubah menjadi 3-0. Berawal dari kerjasama Eto'o dan Pandev, dan dituntaskan oleh Diego Milito.

Milito memiliki peluang di menit ke-67 untuk mencetak gol keduanya. Namun pergerakannya setelah menerima umpan dari Maicon, kalah cepat dari kiper Cagliari Michael Agazzi. Bola pun dikuasai oleh portiere tim tamu.

Sepuluh menit menjelang partai ditutup, Cagliari punya peluang melalui Matri. Namun tendangannya masih jauh dari sasaran.

Enam menit menjelang bubaran, pelatih Cagliari Massimiliano Allegri memasukkan pemain berdarah Indonesia, Radja Nainggolan guna menggantikan Jeda.

Skor 3-0 bertahan hingga laga berakhir.

Susunan Pemain


Inter: Julio César; Samuel, Cordoba, Santon, Maicon, Cambiasso, Motta (Marriga 76'), Zanetti, Eto'o (Muntari 59'), Milito (Balotelli 83'), Pandev

Cagliari: Agazzi; Astori, Canini, Conti, Agostini, Dessena, Jeda (Nainggolan 84'), Lazzari, Biondini (Barone 56'), Matri, Nene (Larrivey 60')

Sunday, January 31, 2010

Copa : INTER 2-1 Juventus
Singkirkan Juventus

Milan - Inter Milan melaju ke semifinal usai mengatasi Juventus 2-1. Penentu kemenangan Nerazzuri adalah striker Mario Balotelli yang mencetak gol di menit akhir laga.

Inter menghadapi Juventus di Giuseppe Meazza, Jumat (29/1/2010) dinihari WIB.

Juventus tampil menekan di menit awal. Usaha anak buah Ciro Ferrara berbuah di menit kesepuluh. Berawal dari kerjasaman antara Momo Sissoko dan Antonio Candreva, serangan dituntaskan dengan eksekusi Diego Ribas. Tangkapan Toldo yang tidak sempurna membuat bola bergulir ke gawang Inter dan masuk.

Sepuluh menit berselang, Inter memiliki peluang. Usai menuntaskan satu-dua dengan Goran Pandev, Douglas Maicon melepas tembakan yang masih gagal menemui sasaran.

Setengah jam laga berjalan, Diego menghadirkan ancaman lagi. Namun kali ini tendangan bebasnya tepat di tangkapan Toldo.

Respon Inter hadir lima menit berselang. Kali ini kiper Juve Gianluigi Buffon menggagalkan sepakan bebas Wesley Sneijder.

Semenit menjelang jeda, Marco Materazzi melakukan protes keras terhadap wasit. Matrix mengklaim bahwa Felipe Melo menyetuh bola dengan tangan di kotak penalti Juve, namun wasit tak memberi hadiah tendangan 12 pas bagi Inter.

Ketika turun minum beberapa awak bench Nerazzurri mendatangi wasit guna meminta penjelasan atas keputusan tersebut.

Sepuluh menit usia babak kedua, Juventus mencuri peluang. Kali ini upaya Giorgio Chiellini yang menuntaskan kerjasama Fabio Grosso dan Diego, masih membentur tiang gawang.

Memasuki menit ke-57, giliran Inter yang memiliki kesempatan. Memanfaatkan kesalahan Paolo De Ceglie dalam menyapu bola, Sneijder melepas tembakan yang juga gagal merobek gawang Buffon.

Upaya Inter berbuah manis di menit ke-72 melalui Lucio. Gol ini diawali dengan sepakan bebas Sneijder yang membentur tembok hidup Juve. Bola yang bergulir liar disambar oleh Lucio untuk merobek gawang Buffon.

Gol yang dinanti La Beneamata hadir di menit akhir laga. Adalah Mario Balotelli yang membuat Inter memimpin 2-1. Gol striker Italia ini sekaligus mengantarkan Nerazzurri lolos ke semifinal dan akan menghadapi Fiorentina.

Susunan Pemain


Inter Milan: Toldo; Zanetti, Materazzi, Lucio, Maicon, Santon, Motta, Cambiasso (Milito 61'), Sneijder, Pandev (Muntari 80'), Balotelli

Juventus: Buffon; Cannavaro, Grygera, Grosso, Chiellini, De Ceglie (Paloucci 90'), Sissoko, Melo, Diego, Candreva, Amauri

INTER 2-0 Milan
Ini Kandang Kita

Milan - Inter Milan meraih kemenangan 2-0 atas AC Milan dalam derby della Madonnina. Inter sendiri harus menuntaskan laga dengan dua pemain dikartu merah.

Gol kemenangan Inter masing-masing dibuat di setiap paruh pertandingan. Yang pertama dibuat Diego Milito saat pertandingan baru 10 menit berjalan, sebelum Goran Pandev memantapkannya di babak kedua.

Akan tetapi, kemenangan tersebut juga ditandai dengan sepasang kartu merah untuk pemain Inter. Setelah Wesley Sneijder diusir pada menit 26, di menit akhir giliran Lucio yang harus pergi dini.

Kemenangan ini sendiri membuat Inter kian kokoh di puncak klasemen Seri A dengan angka 49 dari 21 laga. Milan sementara itu tetap di posisi dua dengan selisih sembilan angka dari Inter, kendati punya satu laga lebih banyak.

Jalannya Pertandingan

Inisiatif serangan diambil Inter sedari dini. Tendangan voli Wesley Sneijder pada menit empat bahkan sempat bikin deg-degan kubu Milan meski bola hanya membentur tiang.

Pada menit sembilan, Sneijder kembali memiliki peluang. Tapi kali ini giliran kiper Dida yang mementahkan usahanya.

Inter akhirnya unggul saat pertandingan memasuki menit 10. Dari sodoran bola Goran Pandev, Ignazio Abate tak kuasa menghalau bola yang malah bisa dikuasai Diego Milito. Tanpa ampun, dia mengirim bola melewati Dida.

Pertandingan memanas menjelang setengah jam. Dimulai dengan kartu kuning untuk Lucio yang dinilai diving oleh wasit, Sneijder lantas memberikan tepuk tangan ke arah wasit atas keputusan tersebut.

Pengadil lapangan tampaknya menilai sikap Sneijder itu bersifat sarkastis dan mengganjarnya dengan kartu merah. Sneijder dan kubu Inter jelas tak terima dengan keputusan tersebut.

Jose Mourinho tampak mencak-mencak di tepi lapangan, Walter Samuel juga sibuk memprotes keputusan wasit. Namun, wasit sudah memutuskan dan pertandingan jalan terus tanpa Sneijder.

Dua menit memasuki babak kedua, Milan langsung memiliki kesempatan menyamakan kedudukan. Dari sebuah tendangan bebas, David Beckham mengirim bola yang dibuang Milito untuk berbuah sepak pojok. Dari tendangan penjuru, Clarence Seedorf menanduk bola dan memaksa Julio Cesar menyelamatkan gawangnya.

Pada menit 58, Beckham melepaskan umpan silang. Marco Boriello berusaha memanfaatkan setelah berhasil memenangi duel kontra Lucio tapi arahnya belum tepat.

Inter menambah keunggulan pada menit 65. Gol lahir dari tendangan bebas Pandev yang masuk ke gawang Milan tanpa bisa ditahan Dida. Inter 2, Milan 0.

Pada menit akhir, Milan mendapat penalti dan Lucio dikartu merah. Ronaldinho jadi eksekutor namun gagal menyelesaikan peluang berkat penyelamatan Julio Cesar. Skor 2-0 tetap untuk Inter.


Susunan Pemain:

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Cordoba 87); Sneijder, Milito (Balotelli 80), Pandev (Thiago Motta 67)

Milan: Dida; Abate, Thiago Silva, Favalli, Antonini (Jankulovski 76); Gattuso (Seedorf 46), Pirlo, Ambrosini (Huntelaar 80); Beckham, Borriello, Ronaldinho

Bari 2-2 INTER
Mental Bicara

Bari - Inter Milan hanya mampu meraih satu poin ketika berhadapan dengan tuan rumah Bari. Dengan diwarnai oleh tiga buah penalti, pertandingan antara keduanya berakhir dengan skor 2-2.

Pada laga yang dihelat di Stadion San Nicola, Minggu (17/1/2010) dinihari WIB, Inter sempat kewalahan menghadapi permainan Bari. Ini terbukti dengan banyaknya peluang dan keunggulan penguasaan bola yang diraih Bari. Tuan rumah unggul perbandingan 55:45.

Namun demikian, Inter sudah mencoba menekan pertahanan Bar sejak awal. Wesley Sneijder langsung memiliki peluang di menit satu, namun sial baginya sepakannya masih menyamping di sisi gawang Bari.

Menit keempat giliran gawang Inter yang nyaris bobol. Kala Julio Cesar sudah kelewat jauh meinggalkan gawangnya, Paulo Barreto dan Sulley Muntari berduel di udara untuk memperebutkan bola. Beruntung bagi Inter, Muntari memenangi duel ini sehingga bola bisa dihalau menjauh.

Bari kembali memperoleh peluang pada menit 28 setelah Edgar Alvarez menerima operan bola dari Massimo Donati. Alvarez lalu melepaskan tendangan ke tiang dekat, namun Julio Cesar masih bisa menepis bola sepakannya.

Tuan rumah tak berhenti sampai di situ. Pada menit 32, Vladimir Koman mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan dari sisi kiri ke arah gawang Inter. Sial bagi sang bek, Julio Cesar masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan. Kiper asal Brasil itu masih bisa memblok tendangannya.

Inter baru mendapatkan peluang emas lagi ketika pertandingan memasuki menit 53. Bola muntah hasil tendangan Diego Milito dicocor oleh Ivan Cordoba. Tetapi, sepakan bek asal Kolombia ini masih melebar di sisi jala Bari.

Bukannya mencetak gol, Inter akhirnya justru kebobolan lebih dulu. Pelanggaran Wakter Samuel terhadap Riccardo Meggiorini berbuah penalti untu Bari. Barreto yang maju sebagai eksekutornya sukses memperdaya Julio Cesar. 1-0 untuk Bari.

Tiga menit berselang, Bari kembali mendapatkan penalti. Kali ini lantaran Lucio melanggar Alessandro Parisi di kotak penalti. Barreto kembali menjadi algojonya dan lagi-lagi sukses memperdaya Julio Cesar.

Tertinggal dua gol, Inter tak menyerah. Hasilnya mereka mampu membalas lewat Goran Pandev di menit 69. Gol ini tercipta setelah sepakan Mario Balotelli membentur seorang bek, namun bola muntah langsung diarahkan Pandev ke tiang dekat. Skor berubah menjadi 1-2.

Inter akhirnya sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit 71 lewat eksekusi penalti Diego Milito. Penalti ini diberikan wasit setelah Leonardo Bonucci menjatuhkan Pandev di kotak 12 pas. Penalti ini pun tak disia-siakan oleh Milito.

Hingga akhir laga tak ada lagi gol yang tercipta dan kedua tim harus puas berbagi poin satu.

Posisi Inter tak berubah, masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi nilai 46. Sementara Bari naik ke urutan sembilan dengan raihan nilai 28.

Susunan Pemain

Bari: Jean Francois Gillet, Leonardo Bonucci, Andrea Masiello, Alessandro Parisi, Nicola Belmonte, Massimo Donati, Alessandro Gazzi, Vladimir Koman (Emmanuel Rivas 77), Edgar Alvarez (Pedro Kamata 89), Paulo Barreto, Riccardo Meggiorini.

Inter Milan: Julio Cesar, Walter Samuel (Davide Santon 64), Lucio, Ivan Cordoba, Maicon, Sulley Muntari (Ricardo Quaresma 64), Javier Zanetti, Diego Milito, Wesley Sneijder, Mario Balotelli (Esteban Cambiasso 79), Goran Pandev.

INTER 4-3 Siena
Susah Payah

Milan - Inter meraih hasil maksimal kala berlaga melawan Siena. Bertanding menghadapi si juru kunci, pemuncak klasemen Seri A ini menang 4-3 berkat dua gol di penghujung laga.

Pada pertandingan yang dihelat di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (10/1/2010) dinihari WIB, Inter tampil relatif lebih dominan dalam penguasaan bola. Situs Soccernet mencatat La Beneamata unggul persentase 59:41.

Namun demikian, Siena ternyata bermain lebih efektif hingga pertengahan babak kedua. Mereka mampu memaksimalkan tiga peluang emas mereka menjadi gol dan sempat memimpin 3-2 sampai dua menit menjelang akhir laga.

Inter akhirnya menyamakan kedudukan setelah Sneijder mencetak gol di menit 88. Raihan tiga poin pun mereka raih setelah Walter Samuel mencetak gol pada masa injury time.

Berkat kemenangan ini Inter kokoh memimpin klasemen dengan nilai 45. Sementara Siena masih berada di posisi terbawah klasemen dengan koleksi nilai 13.

Jalannya Pertandingan

Meski bertindak sebagai tim tamu, Siena tampil tak gentar. Malah mereka unggul lebih dulu ketika laga memasuki menit ke-18. Adalah Massimo Maccarone yang menjadi pendulang gol ini.

Gol tersebut tercipta setelah Maccarone melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 meter. Bola tersebut menghujam pojok atas gawang Inter tanpa bisa dihalau oleh kiper Julio Cesar.

Tiga menit berselang, operan satu-dua antara Diego Milito dan Maicon diselesaikan oleh nama terakhir dengan sebuah tendangan. Namun, sepakan keras Maicon itu masih belum menemui sasaran, melainkan masih melebar di samping gawang Siena.

Inter akhirnya menyamakan kedudukan pada menit 24. Umpan Wesley Sneijder berhasil dikejar oleh Milito. Penyerang berkebangsaan Argentina ini kemudian melewati Aleandro Rosi sebelum akhirnya merobek jala Gianluca Curci lewat satu tendangan terarah.

Usai menyamakan kedudukan, Inter akhirnya berbalik unggul di menit 36. Sneijder yang sebelumnya menyumbang assist, kini menjadi pencetak gol. Tembakan jarak jauh gelandang internasional Belanda itu membuat Curci memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya.

Namun, Siena tak butuh waktu lama untuk membalas gol tersebut. Cukup satu menit. Tepat pada menit 37, Albin Ekdal sukses memanfaatkan sebuah umpan silang menjadi gol kedua Siena dalam laga ini. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-2.

Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit 65, Siena justru berbalik unggul. Ekdal menjadi kreator gol ini setelah operannya berhasil diteruskan oleh Reginaldo kepada Maccarone. Nama terakhir kemudian membuat Inter harus merasakan gol ketiga bersarang di jala mereka.

Sudah meraih keunggulan, bukan berarti Siena puas. Lima menit setelah gol ketiga itu, Maccarone mendapatkan kans untuk kembali mencetak gol. Namun sundulannya menyambut umpan Reginaldo masih melambung di atas gawang.

Inter akhirnya baru bisa menyamakan kedudukan di menit 88. Tendangan bebas Sneijder dari luar kotak penalti membuat skor kembali sama kuat. Namun, gebrakan Inter belum berhenti sampai di sini.

Pada menit 93, penyerang baru Inter, Goran Pandev menerima bola dan mengopernya kepada Walter Samuel. Lewat satu tendangan first-time, bek asal Argentina itu kemudian membuat gawang Gianluca Pegolo bobol. Inter pun sukses mengunci kemenangan.

Susunan Pemain

Inter Milan: Julio Cesar, Ivan Cordoba, Lucio, Javier Zanetti, Maicon, Thiago Motta (Alan Stevanovic 67), Dejan Stankovic (Marko Arnautovic 45), Wesley Sneijder, Ricardo Quaresma (Walter Samuel 45), Goran Pandev, Diego Milito.

Siena: Gianluca Curci (Gianluca Pegolo 45), Jardim Brandao, Emilson Cribari, Cristiano Del Grosso, Aleandro Rosi, Paul Codrea, Albin Ekdal (Lukas Jarolim 81), Simone Vergassola, Mato Jajalo, Massimo Maccarone, Ferreira Reginaldo (Michele Fini 72).

Chievo 0-1 INTER
Awal Tahun Yang Cerah

Verona - Inter Milan melakoni laga perdananya di tahun 2010 dengan mulus. Satu gol yang dilesakkan Mario Balotelli cukup untuk membawa Nerazzurri mengungguli Chievo 1-0.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Marc Antonio Bentegodi, Rabu (6/1/2010), Inter terjun dengan kekuatan nyaris penuh, kecuali Samuel Eto'o yang mengikuti Piala Afrika.

Tiadanya Eto'o terbukti cukup bisa disubstitusikan oleh duet striker yang diturunkan pelatih Jose Mourinho, Balotelli dan Diego Milito. Terbukti, Balotelli mencetak gol di menit 12.

Gol ini dicetak Balotelli dari sudut sempit di sisi kanan gawang Chievo setelah sebelumnya tendangannya dari jarak dekat ditepis kiper lawan, Stefano Sorrentino.

Di menit 20, Inter nyaris menambah perbendaharaan golnya. Tendangan Douglas Maicon dari luar kotak penalti menyambut umpan Milito digagalkan oleh Sorrentino yang bergerak tangkas.

Meski menguasi pertandingan babak pertama, tak ada gol tambahan yang berhasil dicetak Inter hingga waktu istirahat tiba.

Di babak kedua, permainan Chievo sedikit membaik dan beberapa kali memetik peluang. Di menit 53, tendangan Sergio Pellissier dari dalam kotak penalti diamankan oleh Julio Cesar.

Sejam laga berjalan, tendangan bebas Balotelli nyaris menjadi gol kedua. Sepakan bebas yang dilesatkan dari jarak 25 meter itu menyamping di kiri gawang Sorrentino.

Mario Yepes nyaris menyamakan skor buat Chievo di menit 70. Bermula dari tendangan bebas yang dilepaskan Michele Marcolini, tandukan bek Kolombia itu mendarat di kiri gawang Cesar.

Hingga marka 90 menit terlewati, kedudukan bertahan di skor 1-0 bagi kemenangan Inter Milan.

Hasil ini membuat Inter kian kokoh di puncak klasemen Seri A. Javier Zanetti dkk kini mengoleksi 42 angka dari 18 pertandingan, unggul 11 poin dari peringkat dua, AC Milan, yang baru melakoni 16 laga.

Susunan pemain:
Chievo: Sorrentino; Sardo, Yepes, Mandelli, Mantovani; Luciano (Granoche 85), Rigoni, Bentivoglio (Pinzi 60), Marcolini; Bogdani (Abbruscato 60), Pellissier

Inter: Cesar; Maicon, Cordoba, Lucio, Chivu (Materazzi 48); Sneijder, Zanetti, Vieira, Pandev (Quaresma 67); Milito, Balotelli (Arnautovic 88)

Monday, December 28, 2009

INTER 1-0 Lazio
Penutup tahun yang manis

Milan - Inter Milan akan melewati libur musim dingin dengan cukup nyaman. Kemenangan dari Lazio 1-0 pada laga terakhir di tahun 2009, membuat Nerazzurri semakin mantap di puncak Seri A.

Dengan hasil ini Inter berhasil memperlebar jarak menjadi delapan angka dari AC Milan yang berada di posisi dua. Namun selisih tersebut bisa kembali berkurang lantaran laga antara Rossoneri kontra Fiorentina yang sedianya berlangsung hari Sabtu lalu mengalami penundaan.

Inter juga semakin nyaman lantaran pesaing mereka lainnya, Juventus yang berada di posisi tiga, menelan kekalahan dari Catania di akhir pekan ini dengan skor 1-2.

Sedangkan bagi Lazio, hasil ini membuat mereka kembali menyambangi papan bawah yakni di urutan 16 klasemen dengan 16 poin, hanya unggul selisih gol dari Bologna yang menjejak batas aman terakhir dari zona degradasi.

Dalam laga yang digelar di Stadion San Siro Minggu (20/12/2009) waktu setempat tersebut, Inter patut berterimakasih kepada Samuel Eto'o yang mencetak satu-satunya gol di partai itu.

Bermain di depan publik sendiri, Inter langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal. Thiago Motta melepaskan tendangan jarak jauh di menit lima yang mengarah ke gawang Lazio namun masih dapat diblok oleh Fernando Muslera.

Inter membuka keunggulan di menit 14. Berawal dari situasi tendangan penjuru, Samuel Eto'o berhasil menyepak bola liar untuk membobol gawang tim tamu, setelah sebelumnya tendangannya berhasil diblok Muslera.

Tertinggal, Lazio tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan. Dominasi para gelandang Inter membuat tim asal Roma ini kepayahan di lapangan tengah.

Lazio mendapat peluang dari sentuhan Guiglelmo Stendardo di menit 35, yang berhasil mendapatkan bola liar di mulut gawang Inter, namun bola hasil sepakannya masih menyamping.

Di babak kedua, Lazio mendapat peluang dari tendangan jarak jauh Alexander Kolarov yang masih melenceng. Inter juga mendapat kesempatan melalui Esteban Cambiasso dan Dejan Stankovic. Skor 1-0 bertahan sampai babak kedua berakhir.

Susunan pemain

Inter:
Julio Cesar; Maicon, Lucio, Cordoba, Muntari (Vieira 25); Zanetti, Thiago Motta, Cambiasso; Stankovic; Eto'o (Balotelli '86), Milito (Materazzi '88)

Lazio:
Muslera; Siviglia, Stendardo, Radu; Lichtsteiner, Baronio, Kolarov, Del Nero (Makinwa '80) ; Meghni (Cruz '58), Mauri; Rocchi (Firmani '80)

UCL : INTER 2-0 Rubin Kazan
Akhirnya lolos

MIlan - Inter Milan memastikan tiket lolos ke fase knockout berkat kemenangan 2-0 atas Rubin Kazan. Walau kalah, Rubin tetap dapat tempat di Europa League.

Di Giuseppe Meazza, Kamis (10/12/2009) dinihari WIB, Inter memimpin lewat gol Samuel Eto'o pada menit 31. Skor kembali berubah setelah Mario Balotelli bikin gol kedua di menit 64.

Kemenangan tersebut membuat Inter lolos ke babak 16 besar berpredikat runner up Grup F dengan angka sembilan, terpaut dua poin dari Barcelona yang menjuarai grup ini.

Sementara itu Rubin mengakhiri fase grup di posisi tiga dengan angka enam, unggul satu dari Dynamo Kiev yang kalah 1-2 dari Barcelona. Ini bikin Rubin tetap berlaga di kancah Eropa meski di kompetisi Liga Europa.

Jalannya Pertandingan

Balotelli mendapat kawalan ketat dari Lasha Salukvadze. Berhasil mendapat celah, dia melepaskan tembakan yang masih mengarah ke kiper Sergei Ryzhikov pada menit delapan.

Alejandro Dominguez melepaskan umpan apik ke area pertahanan Inter dan menguak celah di sana. Gokdeniz Karadeniz berhasil meneruskan di tiang jauh tapi sepakan terarahnya bisa diselamatkan kiper Julio Cesar di menit ke-18.

Inter unggul pada menit 30 setelah sepakan keras Eto'o bersarang di gawang Rubin. Peluang tercipta dari penetrasi Javier Zanetti sampai akhirnya bola dikuasai Balotelli. Dengan cerdik, bola ia sodorkan ke belakang di mana Eto'o sudah menunggu.

Empat menit sebelum jeda Wesley Sneijder menuntaskan rancangan serangan Inter dengan sepakan keras. Sial untuk dia, arahnya masih sedikit meleset meski tidak jauh.

Ryzhikov kembali diuji beberapa saat sebelum jeda. Kali ini dari sepakan keras Maicon yang susah payah ditepisnya.

Gawang Inter dalam bahaya enam menit memasuki babak kedua. Setelah kemelut sesaat, Cesar berhasil membuang bola dengan menendangnya ke samping. Sebelumnya Karadeniz juga berhasil melepaskan tembakan ke arah gawang Inter meski masih jauh dari sasaran.

Nyaris satu jam pertandingan berjalan, Inter kembali menekan lewat sepakan terarah Esteban Cambiasso dari luar kotak penalti. Ryzhikov harus meregangkan tubuhnya untuk menepis bola.

Peluang apik lain tersaji beberapa saat kemudian saat Balotelli bebas dan tinggal berhadapan dengan kiper. Sial untuknya, sepakannya tak tepat dan bola meluncur ke sisi gawang.

Duel kian sengit karena Rubin langsung membalas dengan sepakan keras Dominguez yang tepat mengarah ke gawang, kendati juga ke Cesar yang bisa menahannya.

Inter menggandakan keunggulan di menit 63 lewat tendangan bebas Balotelli dari luar kotak penalti. Tiket lolos tampaknya benar-benar akan jadi milik Inter.

Skor nyaris jadi 3-0 pada menit 73. Sepakan Sneijder melaju ke arah gawang dan tak bisa dihentikan kiper meski akhirnya si kulit bundar hanya menghantam tiang.

Susunan Pemain:

Inter Milan: 12-Julio Cesar; 13-Maicon, 25-Walter Samuel (2-Ivan Cordoba 15), 6-Lucio, 4-Javier Zanetti; 5-Dejan Stankovic (19-Esteban Cambiasso 51), 10-Wesley Sneijder, 8-Thiago Motta; 9-Samuel Eto'o, 45-Mario Balotelli (11-Sulley Muntari 77), 22-Diego Milito

Rubin Kazan: 77-Sergei Ryzhikov; 19-Vitaly Kaleshin, 9-Lasha Salukvadze, 4-Cesar Navas, 24-Aleksei Popov; 15-Alexander Ryazantsev (23-Evgeni Balyaykin 84), 16-Christian Noboa (5-Petr Bystrov 81), 7-Sergei Semak, 61-Gokdeniz Karadeniz (88-Alan Kasaev 74), 42-Rafal Murawski; 10-Alejandro Dominguez

Atalanta 1-1 INTER
Ditahan 10 pemain lawan

Bergamo
- Inter Milan hanya membawa satu poin dari lawatannya ke markas Atalanta. Tampil sepuluh orang akibat Wesley Sneijder terkena espulso, Nerazzuri harus puas mengakhiri laga dengan skor 1-1.

Laga antara Inter kontra Atalanta digelar Minggu (13/12/2009) malam WIB.

Tim tamu membuka skor lewat Diego Milito di menit ke-15. Atalanta menyamakan kedudukan di menit ke-81 berkat gol Simone Tiribocchi.

Ini merupakan kali kedua Inter gagal meraih poin penuh di Seri A setelah pada laga sebelumnya kalah dari Juve 1-2.

Hasil imbang tak mengusik posisi Inter di puncak klasemen sementara. Pasalnya pesaing terdekat Inter yakni AC Milan takluk. Anak buah Jose Mourinho masih menjadi capolista dengan poin 36, unggul lima angka dari rival sekotanya itu.

Jalannya Pertandingan

Dalam laga ini Inter tampil ofensif dengan menampilkan pemain-pemain bernaulri menyerang seperti Mario Balotelli, Samuel Eto'o, Wesley Sneijder, dan Diego Milito sebagai starter.

Atalanta menghadirkan ancaman pertama dalam laga ini melalui sepakan dari luar kotak penalti yang dilepas Fererira Pinto yang masih belum menemui sasaran.

Seperempat jam usia pertandingan, Inter membuka skor. Memanfaatkan umpan Wesley Sneijder, Diego Milito sukses menjaringkan bola ke gawang tuan rumah yang dijaga Ferdinando Coppola.

Atalanta kembali melancarkan tekanan di menit ke-19. Namun tendangan Fabio Ceravolo masih bisa dihadang oleh bek Inter, Lucio.

Memasuki menit ke-33, Nerazzuri kembali punya kans. Tetapi tendangan bebas Sneijder masih melaju di atas mistar gawang tuan rumah.

Skor 1-0 untuk keunggulan Inter bertahan hingga turun minum.

Tujuh menit selepas restart La Beneamata kembali merobek gawang Atalanta. Namun gol yang lahir dari tandukan Lucio ini dianulir oleh wasit akibat pemain asal Brasil itu dinilai off-side.

Aksi Sneijder lewat sepakan dari luar kotak penalti saat pertandingan memasuki satu jam juga masih belum menambah keunggulan Inter.

Inter harus bermain sepuluh orang sejak menit ke-65 karena Sneijder terkena kartu kuning kedua. Wasit menilai pemain asal Belanda itu melakukan pelanggaran keras terhadap Tiberio Guarente. Ada pun kartu kuning pertama diterima eks pemain Real Madrid itu di menit ke-27.

Defisit pemain tak mengurangi tekanan Inter. Menit ke-70, Eto'o sukses memanfaatkan tidak sempurna-nya tendangan kiper Coppola. Namun sepakan yang dilepas pemain asal Kamerun itu bisa dijinakkan oleh portiere tuan rumah tersebut.

Sembilan menit menjelang laga ditutup, tuan rumah mencetak gol penyama lewat pemain pengganti Simone Tiribocchi setelah sukses melanjutkan umpan yang dilepas oleh Fabio Caserta.

Gol ini bisa jadi membangkitkan semangat Atalanta. Empat menit berselang tim berjuluk La Dea itu kembali melancarkan serbuan. Namun kali ini tandukan Paolo Bianco masih meleset dari sasaran.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.

Susunan Pemain

Atalanta: Coppola; Manfredini, Bianco, Bellini (Madonna 75'), Garcis, Guarente (Caserta 79'), Padoin, De Ascentis, Ceravolo, Pinto (Tiribocchi 62'), Acquafresca

Inter: Julio Cesar; Cordoba, Lucio, Chivu, Maicon, Cambiasso, Zanetti, Milito (Motta 76'), Sneijder, Eto'o, Balotelli (Stankovic 68')

Saturday, December 05, 2009

Jupantat 2-1 INTER
Kekalahan ke 2

Turin
- Juventus bermain cemerlang dalam Derby D'Italia melawan Inter Milan, Minggu (6/12/2009) dinihari WIB. Meski harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain, Bianconeri berhasil mereguk tiga poin dari Nerazzuri.

Dalam duel yang dihelat Olimpico Turin, Juve unggul lewat Felipe Melo sebelum Samuel Eto'o membuat skor sama kuat di babak pertama. Claudio Marchisio menjadi pahlawan 'Si Nyonya Tua' dengan gol penentu kemenangan di babak kedua.

Jose Mourinho dan Felipe Melo menjadi terdakwa di laga ini setelah keduanya diusir dari lapangan di masing-masing babak. Mourinho karena memprotes wasit sedang Melo karena terlibat insiden dengan Mario Balotelli.

Dengan kemenangan ini, Juve serta merta membuat persaingan menuju scudetto menjadi hidup kembali. Walaupun masih tertahan di peringkat ketiga dengan 30 poin dari 15 laga berlalu, namun selisih delapan poin di minggu lalu berhasil dipangkas menjadi lima saja.

Kekalahan kedua ini La Beneamata musim ini pun masih menempatkan mereka di puncak klasemen dengan 25 poin, berjarak tiga empat angka dari AC Milan di peringkat kedua.

Jalannya pertandingan

Juve mimpin lebih dulu di menit ke-21 lewat Del Piero. Free kick Diego dari sisi kiri pertahanan Inter mengarahkan bola ke kotak penalti dan bola berhasil ditanduk Melo. Julio Cesar memang berhasil menepisnya namun laju bola malah bergulir masuk ke jalanya.

Gol tersebut lantas diprotes oleh pelatih Inter Jose Mourinho yang membuatnya diusir keluar lapangan oleh wasit.

Inter balas mencetak gol lima menit berselang. Diawali crossing Dejan Stankovic dari sisi kanan dan Eto'o yang tak terkawal mulut gawang dengan mudah menanduk bola ke dalam jala Gianluigi Buffon. Skor sama kuat 1-1.

Di menit ke-34 Eto'o melepaskan tembakan spekulasi dari jarak 40 meter yang masih tepat mengarah ke pelukan Buffon. Del Piero gantian punya peluang di menit ke-39 dari sepakannya di dalam kotak penalti, namun bola masih lemah dan mampu diamankan Cesar.

Skor tersebut pun bertahan hingga turun minum.

Babak kedua berlangsung 15 menit atau tepatnya di menit ke-59 Juve kembali unggul. Diawali sepakan keras Momo Sissoko dari luar kotak penalti yang masih dapat dijinakkan Cesar, bola rebound pun mengarah ke Marchisio.

Dengan sekali gocek sambil menipu Walter Samuel di dekatnya, gelandang muda Italia itu dengan mudah menceploskan si kulit bundar ke jala Cesar.

Pada menit ke-62 Diego menguji Cesar lewat sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti yang masih dapat ditepis oleh kompatriotnya di timnas Brasil itu.

Di menit ke-69 sepak pojok Mario Balotelli disambut tandukan Esteban Cambiasso namun bola masih jauh dari sasaran.

Pada menit ke-85 pertandingan sempat terhenti akibat pelanggaran Melo terhadap Balotelli yang menyebabkan keributan antara pemain dari kedua tim. Hasilnya? Melo dikartumerah wasit karena dituduh menyikut Balotelli sedangkan nama terakhir hanya mendapat kartu kuning.

Hingga berakhirnya laga skor tetap 2-1

Susunan pemain

Juventus: Buffon, Caceres, Cannavaro, Chiellini, Grosso, Sissoko, Melo, Marchisio (Poulsen 79'), Diego (Grygera 90'), Amauri, Del Piero (Camoranesi 70').

Inter: Julio Cesar, Zanetti, Lucio, Samuel (Materazzi 90'), Chivu, Muntari (Balotelli 60'), Cambiasso (Mancini 78'), Thiago Motta, Stankovic, Eto'o, Milito.

Monday, November 30, 2009

INTERNAZIONALE 1-0 Fiorentina
Cuma Pinalti

Milan - Inter Milan makin kokoh berdiri di puncak klasemen Seri A. Menjamu Fiorentina di Giuseppe Meazza, Minggu (29/11/2009) malam WIB, Diego Milito mencetak satu-satunya gol kemenangan 1-0 Nerazzurri.

Tambahan tiga angka ini membuat perolehan poin Inter menjadi berjumlah 35 dari 14 loaga yang sudah dilalui. Anak asuh Jose Mourinho unggul delapan angka atas Juventus yang pada laga lain ditundukkan Cagliari 0-2.

Jalannya pertandingan.

Bertanding di depan pendukungnya sendiri, Inter langsung berusaha menekan tamunya sejak menit awal. Namun peluang bersih Nerazzurri baru datang di menit 14 saat tendangan Sulley Muntari masih melenceng, padahal jika dia mau mengirim bola pada Samuel Eto'o yang berdiri bebas hasilnya mungkin akan berbeda.

Dua menit berselang Inter, yang tengah pekan lalu ditumbangkan Barcelona 0-2 di Liga Champions, kembali dipaksa menelan kekecewaan saat sepakan Diego Milito dengan gemilang dihalau Sebatien Frey dengan kakinya. Fiorentina mencoba menggebrak di menit 23, namun tandukan Alberto Gilardino meneruskan tendangan bebas mengarah tepat ke pelukan Julio Cesar.

Pertandingan berjalan cukup seru lantaran kedua kesebelasan sama-sama bermain terbuka. Di menit 29 Inter kembali punya peluang membuka keunggulan kalau saja tendangan voli Ricardo Quaresma menyongsong bola operan Muntari tidak melayang tinggi.

Di awal babak kedua, gantian Fiorentina lebih memegang kedali. Meski begitu, Inter justru mampu menjebol gawang La Viola di menit 50 setelah tandukan Esteban Cambiasso ditanduk dengan sempurna oleh Walter Samuel.

Namun wasit langsung membatalkan gol tersebut karena sang bek Argentina tersebut dianggap lebih dulu melanggar bek Dario Dainelli.

Setelah klaim penalti Juan Vargas dimentahkan wasit di menit 56, kerjasama Quaresma dan Milito kembali membuat kubu Fiorentina was-was. Namun kembali Frey membuat penyelamatan gemilang menjinakkan bola pantulan Milito, sementara upaya rebound Muntari juga gagal berujung gol.

Milito kembali memiliki peluang membawa Inter unggul saat Milito tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Frey. Kalau kali ini gol kembali gagal tercipta, itu karena sepakan striker asal Argentina itu masih meleset dari sasaran.

Sepuluh menit sebelum bubaran Inter justru nyaris tertinggal saat sepakan Gilardino sukses melewati dua bek lawan dan melepaskan tendangan yang tak mampu dihalau Cesar. Namun keberuntungan masih menaungi Inter lantaran bola tak masuk ke gawang karena membentur tiang.

Justru Inter yang akhirnya membuka keunggulan di menit 85 menyusul pelanggaran Gianluca Comotto terhadap Milito di kotak terlarang, yang membuat wasit menunjuk titik putih. Milito yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dan membawa Inter unggul 1-0.

Melalui Eto'o, Inter nyaris memperbesar keunggulan. Namun striker Kamerun itu tak mampu menambah jumlah golnya karena bola yang dia sepak justru tepat mengarah ke Frey. Skor 1-0 tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain

Inter: Julio Cesar; J Zanetti, Lucio, Samuel, Chivu; Stankovic, Cambiasso, Muntari (Thiago Motta 73); Quaresma (Mancini 73), Milito (Vieira 87), Eto'o

Fiorentina: Frey; Comotto, Kroldrup, Dainelli (De Silvestri 77), Gobbi; Montolivo, C Zanetti; Marchionni (Jorgensen 18), Santana (Castillo 86), Vargas; Gilardino